Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih.
Dan
dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat
hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.
**
Sahabat tak obahnya atmosfher
Yang melindungi semua makhluk di bumi
Dengan merdam sebuah energi besar
Menjadi sumber dari segala kehidupan
Dia bukanlah bagian asli dari fisik
Seperti atmosfher yang hanya berada di sekitar
Membantu kita dari semua masalah
Dengan merubah setiap beban berat di sepanjang jalan
Menjadi sejumlah butiran batu-batu kecil
Yang nantinya akan dimainkan bersama
Satu hal yang perlu kau ingat sahabatku
Jika kau sahabatku
Maka aku adalah sahabatmu
Jangan sungkan
Jangan segan…
Ucapkan, dan ungkapkan
Semuanya…
Kita tak penah tahu
sampai kapan atmosfher bertahan
bahkan oleh karena ulah bumi
di sepanjang perputarannya
tapi bumi tetap butuh itu,
untuk itulah manusia melakukan “go green”
dan untuk itulah aku sampaikan ”ma’af”
sekiranya kau terluka olehku
dunia ini luas
hingga langit ke tujuh
dan di tiap-tiap langit itu
kau akan temukan atmosfher yang lain
yang mungkin lebih baik dari yang ini.
**
“Apa
yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,
tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”
“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”
“Persahabatan
tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang
seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan
sahabatnya”
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman
suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,
didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah
sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”
“Seorang sahabat tidak
akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru
karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”
“Sahabat
tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa
yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”
“Proses
dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita
memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”
“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”
“Semua
orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang
berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati
indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena
dikhianati sahabatnya”
“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”
“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”
“Dalam
masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita
mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada
dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang
mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”
“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”
“Hargai
dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang
sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”
dan
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang
paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari
kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang
dan dataran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar