Jumat, 18 Maret 2016

Seseorang Yang Tertulis Di Lauhul Mahfuz

Demi Masa…



Jadikanlah aku , keluargaku dan sahabat sekalian menjadi pengecualian orang2 yang merugi..
Berikan inspirasi pada nalarku mengiringi jari jemariku…
Untuk mengabadikan skenario skenario Mu Yang Maha Baik…
Aamiin...

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya [pula], dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata [Lauh Mahfudz]
QS : Al-An'aam - 59


Dia yang namanya ada di Lauh Mahfudz…

Assalaammu'alaiikum warahmatullahi wabarakaatuh wahai sesorang yang namanya tertulis di Lauh Mafudz,,,

Apa kabarmu? Bagaimana aktivitasmu?

Rasanya banyak sekali pertanyaan yang ingin aku ajukan padamu…

Tapi sepertinya semua itu hanya bisa aku simpan dalam hati dahulu…

Karena aku pun bahkan belum tahu siapa kamu yang akan,menemani hidupku,menua bersamaku,dan menghabiskan sisa umurnya bersamaku…

AKu disini sedang menyibukan diriku,, menyibukan diriku untuk memperbaiki dan hatiku  :D

Iya dalam perjalanan menujumu ini banyak sekali lika liku kehidupan yang aku hadapi,, semuaa ituh skenario yang Allah berikan untukku hingga aku menjadi aku yang sekarang.
kadang aku merasa berbeda,berbeda dari teman ku yang lain,berbeda dari semua yang ada di sekitarku,tapii yaaaa memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau kan yaa?? kita menginginkan hidup yang orang lain jalani dan banyak orang menginginkan hidup sebagai kita(iya gitu?) hehehe

Doakan aku yang sedang dalam metamorfosis  kehidupan ini,, agar aku terus SEMANGKA(semangatss kaka hehehe) untuk menjadi pribadi yang makin baik di mata Allah, keluarga, dan sahabat,,
Aamiin

Aku yang sedang memperbaiki diri hingga aku siap secara mental untuk komitmen  menjadi seseorang yang akan berjuang  bersamamu untuk menciptakan sebuah keluarga yang di dalamnya seperti surga..
Aamiin

Dan aku yakin, kamu dimanapun kamu berada,kamu sedang memperbaiki diri dan hatimu seperti apa yang aku lakukan, dan pasti kamu juga sedang sama-sama berjuang untuk meningkatkan kekuatan frekuensi gelombang  jodohmagnetikmu agar Sensor  Radarmu memancarkan gelombang itu kearahku..Gelombang Jodohmagnetik yang akan  aku pantulkan kembali , hingga  kamu pun tau bahwa pemilik rusukmu itu adalah aku…
(ngomong apasih akuteh? hahahhaha)

Hingga akan ada masa dimana keberadaanku akan menarik radarmu,,dan pancaran gelombangmu membuat aku terpana kearahmu…
yaaaa suatu hari nanti...

Hingga akan ada getaran dari suara hati bahwa kamulah orang nya yang namanya ada di Lauh Mahfudz,,, dan aku orangnya,bagian dari rusukmu yang hilang itu…

Aku dan kamu,,  kita akan  sepakat  untuk hal2 yang harus disepakati dan hal2 yang tidak disepakati…

Aku dan kamu… kita akan sama2 belajar mengerti dan memahami kelebihan dan kekurangan masing2 untuk saling menerima dengan catatan dan saling melengkapi tentunya…

Aku dan kamu.. kita akan membesarkan anak2 kita dengan kasih sayang,,mengenalkan kepada mereka tentang Sang Pencipta Alam semesta…tentang ciptaan Nya, agar tertanam pondasi2 kecintaan kepada Sang Pencipta..Mari bersama sama mengarahkan mereka untuk mempunyai tujuan hidup yang mulia,, bermanfaat baik bagi lingkungan sekitar dan banyak orang…
Aamiin

Aku dan kamu… semoga orang tuamu menyayangi aku dan semoga orang tuaku menyayangimu…
Hingga bersatunya aku dan kamu… Menjadi barokah bagi kita dan keluarga kita..

Aku tak menjanjikan bahwa aku bisa seperti apa yang kamu inginkan…
tapi ku hanya akan berusaha agar kamu tenteram  bersamaku,Bahagia menghabiskan hidup denganku dan menjadi teman hidup setelah kehidupan dunia….
Aamiin


Won't you be my BFF and ever?
Won't you be my partner after this world?
We'll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be
'Cause you are the one for me
*Raef - you are the one*

Selasa, 15 Maret 2016

My HIJRAH my ADVENTURE


Bismillahirrahmanirrahim…

Aku bukan seorang anak yang lahir dari keluarga yang fanatik dengan agama, tapi keluargaku tahu agama. Alhamdulillah saat ini aku sudah berhijab,aku mulai berhijab sejak duduk di bangku smp yaaaa meskipun masih buka tutup(kaya portal aja ya di buka tutup)hehehehe,tapi semenjak duduk di bangku SMK aku memantapkan hati untuk tidak membuka lagi hijabku di depan seseorang yang bukan mahrom,karena ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar (SD), aku belum berhijab. Namun, Alhamdulillah, Allah mengirimkan seorang perempuan luar biasa yang menuntunku untuk berhijab lebih syar'i. Dia seorang guru di tempat bimble sekaligus murrabi(guru ngaji) liqo (pengajian). Setiap minggu aku mengikuti liqa bersama beliau. Beliau banyak memberiku pengetahuan tentang Islam, termasuk berhijab dan pakaian seorang Muslimah yang semestinya.
Alhamdulillah, walaupun ketika SD belum berhijab, setidaknya ketika keluar rumah aku selalu memakai jilbab. Aku juga pernah pakai jilbab terus dan bajunya lengan pendek, jadi aneh gitu diliatnya :D hehehe, namanya juga masih SD, hehehe. Tapi aku selalu merasa nyaman kalau memakai jilbab.
Ketika sudah masuk SMP, aku sudah memulai memakai seragam muslim,yaaa baru belajar,dan masih buka tutup hijabnya ,iya nmaanya jug proses pembelajaran.  Akhirnya satu tiga tahun berlalu, kini waktunya aku masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Alhamdulillah, dari seragam putih abu inilah aku mulai memantaskan diri dengan tekad bulat untuk berhijab,tekad berhijab ini hadir sebetulnya aku termotivasi oleh ibuku yang selalu memakai hijabnya kemanapun beliau pergi,karena murrobi liqa(seorang guru ngaji yang sangat luar biasa),dn karena seseorng yang tak perlu aku ceritakan hehehehe
1tahun berlalu ku menginjak kelas 2 SMK allhamdulillah masih istiqomah berhijab ,dan allhamdulillah nya lagi bisa jauh lebih syar'i dari hijabku awal di SMK. hari demi hari berlalu aku terus belajar tentang islam,terus berusaha memperbaiki diriku,dan hingga sekarang hijabnyanya aku lebarkan. Memang semuanya tidak mudah ketika akan mentaati perintah Allah, ada saja ujiannya. Ketika aku lebarkan hijabku, ada salah seorang yang bilang, “Eh ada Mamah Dedeh, curhat dong”. Aku cuma membalas dengan senyum. Ada juga yang bilang, hijabmu lebar seperti ibu-ibu,seperti ninja,terlalu fanatik,dsb. Aku hanya bisa berdo’a pada Allah, agar di istiqomahkan dan dimudahkan jalanku untuk mentaati perintah-Nya.
Saat itu aku masih memakai celana juga, karena sekolahku seragam praktek kejuruannya memakai celana.
ujian tidak sampai disitu saja,saat aku terus berusaha memperbaiki diriku di umurku yang saat itu masih menginjak 17th,allah memberikan rezeki yang begitu luar biasa,Allah akn menjadikan aku kaka dari 2orang adik,yaaaaa inuku hamil di usianya yang menginjak 41th,bahagia sekali hati ini,namun taktir berkata lain,saat tiba proses persalinan ,adik yang di kandung oleh ibuku selama 9bulan itu tak tertolong,Allah jauh lebih menyayanginya,saat kejadian itu pula aku merasa sangat terpukul dan sempat berfikir negatif ,sempat muncul pertanyaan ''kenapa allah ngga adil,aku udah berusaha taat tapi kenapa allah menguji aku seperti ini?'' tapiiiii Allah ternyata maha kasih sayang,allah menjadikan Alm.adik ku itu sebagai tabungan ibu dan bapak ku di Jannah-Nya ,dan aku salah jika berfikir Allah itu tidak adil,Allah itu Zat yang maha Adil,akupun yakin jika suatu saat kami sekeluarga akan di pertemukan dengan Alm.adik ku itu di Jannah,aamiin
dan allhamdulillah sampai saat ini usiaku jalan 20th aku tetap konsisten dengan jilbab lebarku,
selama niat kita karena Allah, apapun akan terlihat begitu mudah, Allah menolong lewat manapun. Dan Allah memudahkan segala niat baik seseorang.
Oh ya, nggak usah hiraukan mereka yang mengatakanmu tidak modis karna syar’i. Senyumi saja. Tak apalah kita dianggap hina di mata manusia,  namun di sisi Allah, Insya Allah kita mulia. Tetap istiqomah ya shalihat.
Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang anginnya. Semakin tinggi iman kita kepada Allah semakin banyak pula ujiannya. Santai saja, itu bukti cinta Allah kepada kita. Selamat menapaki jalan dakwahmu sahabatku, semoga kita kelak kita dikumpulkan Allah di syurga-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘alamin