Selalu saja banyak alasan di balik pernyataan...sadar ngga sihh ya ukhti ,wahai akhi ..kalau setan itu menggoa manusia dari banyak arah,dengan beribu alasan yang memeragi akal sehat bahkan memerangi iman dan taqwa..
“Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang
mereka,dan dari kanan dan dari kiri mereka.Dan Engkau tidak akan
mendapati mereka bersyukur.” (QS.Al-A’raaf: 17)
Itulah perkataan Iblis alias Syaithan yang diinformasikan oleh Allah
melalui kalamNya, yaitu al-Quran.Dan perlu kita sikapi bahwa yang
demikian itu salah satu wujud kasih-sayang Allah terhadap kita. Allah
memberitahukan kepada kita bahwa Iblis/Syaithan selalu mendatangi
(menggoda, merayu, dan mengajak) manausia dari empat arah. Iblis mendatangi kita manusia dari arah depan, maksudnya mereka menggoda manusia dengan hal-hal yang berbau masa depan. Keraguan dan ketidak pastian masa depan ditiupkan kepada manusia. Apakah manusia nanti bisa hidup sejahtera? Kalo hidup miskin nanti bagaimana? dan masih banyak lagi. Iblis meniupkan keraguan kepada manausia tentang masa depan manusia. Membuat manusia panjang angan-angan dan tidak bersyukur atas apa yang manusia peroleh hari ini. Lebih jauhnya Iblis menggelincirkan manusia supaya mereka tidak mempercayai/mengimani terhadap kehidupan yang akan datang (akhirat).
Iblis mendatangi manusia dari arah belakang, maksudnya mereka menggoda manusia dengan cara supaya manusia selalu menyenangi dunia hingga lupa mati dan lupa akan kehadiran Allah yang membuat hidup dan mati.Selain itu mereka juga membuat manusia terjerat dengan hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu, mengemasnya sedemikian rupa supaya kita sulit untuk maju dan melanjutkan hidup.
Iblis mendatangi manusia dari arah kiri, maksudnya mereka merayu, menggoda, dan mengajak manusia untuk selalu iri dan dengki kepada manusia lain yang mendapatkan rizki dari Allah. Bukannya bersyukur atas apa yang telah kita peroleh, kita akan cenderung tidak suka terhadap rizki orang lain. Selain itu mereka juga menjadikan manusia menyenangi perbuatan dosa seperti berzina, berolok-olok, saling membunuh dan mencuri atau korupsi.
Iblis mendatangi manusia dari arah kanan, maksudnya mereka menjadikan manusia membengkokkan maksud ajaran agama demi kepentingannya secara pribadi atau golongan. Misalnya mereka meniup-niupkan segala alasan dan pembenaran untuk manusia agar tidak bersedekah dan membayar zakat. Atau minimal menunda dan akhirnya kita lupa. Dengan begitu, diri dan harta kita tidak akan bersih dan kita tidak termasuk dalam orang-orang yang bersyukur.Manusia mencari alasan tentang kenabian dirinya di masa setelah kenabian Muhammad SAW.
Wallahu a'lam bis shawab.
tapi yaaaa namanya juga manusia...tempatnya salah dan khilaf yakaaann?
tapi sadar ngga sihh ya ukhti ,ya akhi...
kalau manusia selalu mempunyai banyak alasan dibalik pernyataan yang dilontarkan...
contohnya kaya gini :
Katanya nggak akan pacaran,
Tapi kok masih smsan..??
Katanya nggak akan pacaran,
Tapi kok masih ngasih harapan..??
Katanya nggak akan pacaran,
Tapi kok pake motornya boncengan..??
Katanya nggak akan pacaran,
Tapi kok masih chatting semalaman..??
Katanya nggak akan pacaran,
Tapi kok masih jalan berduaan..??
Gak perlu banyak alasan..!!
Kalau mau aman, nikahin aja..!!
Biar nggak kelawatan..!!
Kalau belum SIAP NIKAH ya jaga iman
Perbanyak do'a biar dijauhkan dari kemaksiatan
Ikut pengajian biar semakin nyaman
Biarlah lirikan, tatapan mesra, pujian hingga canda tawa berpahala hanya untuk dia kekasih halal kita.
Setuju atau setuju banget..??
Hanya karena ditraktir nonton, terus mau diajak gandengan?
Hanya karena dikasih coklat, terus mau diajak pelukan?
Hanya karena dikasih bunga, terus mau diajak ciuman?
ya ukhti,
Kamu berharga, maka biarlah hatimu tetap terjaga.
Kamu spesial, maka jagalah tubuhmu sebelum halal.
Kamu istimewa, maka biarlah kecup peluk pertamamu hanya untuk sang belahan jiwa.
Bila pelukan dan ciuman pertama sudah kau berikan untuk dia yg belum tentu jodohmu, lalu apa yg kelak didapat suami halalmu?
Bila segala cinta sudah kau bagi untuk yg belum resmi, lalu bisakah nanti jodohmu kau cintai sepenuh hati?
Bila semua hal sudah kau lakukan dengan pacarmu, lalu apa yg akan jadi istimewa dalam pernikahanmu?
Andaipun pacarmu kini kelak akhirnya menikahimu, tapi segala maksiat yg kau lakukan sebelum nikah bukan berarti hilang berlalu.
Jika pernikahan diawali dengan kemaksiatan, jangan sampai dalam rumah tangga hilang keberkahan.
Jangan karena nikmat yg sesaat, menjadi sesal hingga akhir hayat.
Sahabatmu,


