Minggu, 07 Desember 2014

"Cinta Dalam Diam"

RASA? perasaan apa ini? perasaan sesak,jantung berdetak lebih cepat,dan seakan-akan waktu berhenti sejenak,semua itu terasa sangat berbeda ...
diam,aku hanya bisa terdiam saat semua perasaan itu hadir,mungkin kita lebih sering mendengar istilah "Cinta Dalam Diam".. daan.. jika berbicara tentang Cinta Dalam Diam, selalu sajaa teringat kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra.. cinta yang terjaga kerahasiaannya, sampai setan pun tak tahu.. hingga akhirnya Allah menyatukan cinta mereka dalam ikatan suci pernikahan..

banyak yang terinspirasi kisah Cinta Dalam Diam Ali-Fatimah ini.. ingin meniru tapi malah terjebak cinta dalam diam ala cinderella.. diam di mulut, tapi di hati teriak menginginkan pangeran.. (naah lho) Cinta Dalam Diam Ali-Fatimah bukan hanya diam di mulut saja, tapi di hati terjaga.. bukan sekedar cinta dalam diam, tapi CINTA DALAM IKHLAS..kaya lagunya kang abay ,iya ngga?inilohh gini liriknya"
Dalam hampa kurasa hadirMu
Sesak dadaku menghilang
Kuterima semua keputusanMu
Dan CintaMu yang kini kudamba selalu
Kuikuti Gravitasi hati
Kupasrahkan perasaan
Hanya padaMu kubertumpu, dan meminta
Dia milikMu...Sampaikanlah Pesanku
Reff :
Tak akan lupakanmu
Tapi kuharap bisa mengikhlaskan Cinta
Karena kuyakin rencanaNya lebih Indah
Jika berjodoh kita kan disatukanNya
Tak mau hapuskanmu
Tapi kurela melepasmu kepadaNya
Karena kuyakin pilihanNya yang terbaik
Jika tak bersatu, Allah kan pilihkan jodoh yang lebih baik
“Aku mencintaimu...Tapi lebih mengharapkanNya.
Aku merindukanmu dalam doa...”
(nulis sambil nyanyiii huwwwooo  hihihi udah ahh maluuu)

Cinta Dalam Ikhlas itu meski masing-masing memiliki kecenderungan hati, namun tak menyimpan ekspektasi 'harus dia'.. bila tak bersamanya, ikhlas dan tetap baik-baik saja.. mencintai itu belajar mengikhlaskan, bukan memiliki.. karena yang dicintai itu kepunyaan Allah.. disatukan dan dipisahkan atas izin ridhaNYA..

MENGIKHLASKAN PENGHARAPAN akan semakin mendekatkan dia yang dinanti.. YAKIN rencanaNYA selalu lebih indah dan pilihanNYA yang terbaik.. fokus MEMANTASKAN DIRI di hadapanNYA (#menantidalamtaat )..
walau ya memangg diakui menanti itu terkadang sangat melelahkan,,lelaaaah sekalii tapi tetap yakinkan dalam hati jika allah akan menunjukan keindahan itu tepat pada waktunya..
dan saat ini ....
akuuu....aku hanya ingin menjaga hatiku untukmu ya allah..aku mohon jaga hatiku dalam ketaatan kepadamu,karena hanya engkaulah zat yang berhak dicintai oleh hati ini..dan jikalau aku harus mencintai seorang makhluk melebihi cintaku padamu,pada rasulmu,pada ibuku,pada ayahku..aku mohoon,jatuhkan hatiku untuk memulai membangun cinta pada seseorang yang senantiasa mencintaimu..
NAMUNN!!!
Kulihat ia di sudut sana,murrobi ikhwan di tempat liqo, penuh pesona. ,Kudengar sayup ia bicara, sarat kharisma. ,Kucuri pandang lirikan cepat, sesekali saja. (astagfirulloh).jaga hati dan mata iniiii
Dia berbeda dari lainnya, sosok menawan. ,Cerdas bersikap lembut berkata,baik akhlaqnya juga cekatan. ,Fisiknya bagiku amat sempurna, ciptaan Tuhan.
Kukagumi akhlaknya. ,Kusukai gayanya,Kusukai penampilannya.
Namun, siapalah aku baginya,Tiada halal untuk menyentuhnya.Meski tercekat hatiku di dekatnya.
Duhai kamu yang belum tentu jodohku nanti,Akan kusimpan kagumku ini di dalam hati,Takkan kubiarkan hatiku tersakiti Oleh rasa yang belum tentu terwujud pasti.
Cinta dalam diam memang tak mudah.
Menanti dalam taat sungguhlah lelah.
Namun kuyakin ini demi akhir yg indah.
Dipersatukan dalam ikatan berkah.
Belum tentu denganmu, namun bisa jadi dengan yang lebih baik darimu.
Karena aku yakin selalu, akan janji dari Tuhanku.
Bersabar, Karena hakikat hidup adalah menunggu.

hingga akhirnyaaaaa.. indah pada waktunya.
(nulis ini sambil dengerin lagu kang abay motiasinger kang abay,ceritanya sihh back sound hihihi)

Jodoh Dunia Akhirat - Abay Motivasinger
Ku merayu pada Allah yang tahu isi hatiku
Di malam hening aku selalu mengadu
Tunjukkan padaku....

Ku aktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
Ku ikhlaskan pengharapan ku di hati
Siapa dirimu?

Dalam kesabaran ku melangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan aku jaga hingga
Allah persatukan kita

Jodoh dunia akhirat namamu rahasia
Tapi kau ada di masa depanku

Ku sebut dalam doa ku ikhlaskan rinduku
Kita bersama melangkah ke surga abadi

"Bukan cinta yang memilihmu tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai"
Jodohku abadi ke surga...

sekian,minggu malam-ruang tamu

Minggu, 28 September 2014

Ta’aruf atau Pacaran ….

pilih mana?  Ta’aruf atau Pacaran ….
Dikalangan tertentu pacaran tidak dikenal, pun mereka tahu tetapi cenderung menghindari karena menganggap gaya itu tidak lagi mutlak dilakukan pada masa pranikah. Selain dinilai tidak sesuai dengan norma agama -ini terbukti dari pengalaman sepanjang sejarah keberadaan manusia bahwa pacaran cenderung kelewat batas bahkan tidak sedikit yang amoral- juga berkembangnya pemikiran bahwa satu kesia-siaan saja berjalan bersama orang yang belum tentu 100 % menjadi pasangannya. Ya, bagaimana mungkin bisa meyakinkan bahwa orang yang saat ini berjalan bersamanya memiliki komitmen untuk tetap ‘setia’ sampai ke jenjang pernikahan, la wong sudah sekian tahun berpacaran ternyata wacananya hanya sebatas curhat-curhatan dan take n give yang tak berdasar, tidak meningkat pada satu tindakan gentle, menikah! Atau setidaknya mengajukan surat lamaran ke orangtua si gadis. Berbagai dalih dan argumentasi pun meluncur untuk mengkamuflasekan ketidakgentle-annya itu, yang kemudian semua orang pun tahu itu cuma lips service dari orang yang tidak benar-benar dewasa alias childish.
Kedewasaan, ukurannya tidak terwakili hanya oleh umurnya yang diatas seperempat abad misalnya, tetapi juga pada sikap diri, attitude yang tertampilkan dalam kesehariannya. Dalam dunia pekerjaan, sikap dewasa dapat dilihat dari profesionalisme kerja, termasuk didalamnya kedisplinan. Dalam hubungan interelasi, bijaksana, proporsional dalam bersikap dan berbicara bisa jadi satu parameter kedewasaan. Nah yang menjadi masalahnya kemudian, tidak sedikit orang yang seharusnya bersikap dewasa justru memamerkan sifat kekanakkan saat berkesempatan bersama pasangannya, sikap yang dipraktekkan secara tidak proporsional dari ungkapan kasih sayang dan pengorbanan.
Orang terlihat dewasa mungkin hanya dari fisiknya saja, namun sisi lainnya seringkali luput dari perhatian. Padahal kedewasaan jelas meliputi beberapa aspek yang sekiranya patut diperhatikan dalam memilih pasangan yang kelak dinominasikan untuk menjadi pasangan hidup. Dewasa secara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal yang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh menandakan –sekaligus membedakan- pria dan wanita. Dewasa secara psikologis, yang ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan, serta mampu menjalani hubungan interdependensi. Ini penting untuk diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan bersama dalam pernikahan. Dewasa secara sosial-ekonomi ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk membiayai kebutuhan hidup yang layak sebagai suami-istri. Tentu hal ini terkait dengan adanya pekerjaan yang jelas serta penghasilan yang tetap, serta kesadaran akan meningkatnya biaya kehidupan dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya anggota keluarga kelak.
Berdasarkan aspek kedewasaan diatas, maka wajarlah jika disatu sisi justru ada orang yang enggan berpacaran. Seperti diuraikan sebelumnya, bahwa pacaran selain tidak diajarkan dalam agama Islam karena melanggar norma yang digariskan, juga dianggap ‘buang-buang waktu’, ‘wujud ketidakgentle-an’, ‘aktifitas sia-sia’ dan lain-lain. Namun sekedar diketahui, bahwa diluar itu ada sebagian yang memang benar-benar takut untuk mencintai, dicintai dan bahkan takut jatuh cinta. Dalam psikologi, orang-orang ini mungkin dianggap terkena sindrom fear of intimacy, satu kondisi yang disebabkan oleh ketakutan yang teramat sangat untuk menerima resiko kenyataan di kemudian hari. Seperti ditulis astaga.com, menurut psikolog Robert W Firestone dan Joyce Catlett, fear of intimacy ini adalah salah satu perwujudan dari pertahanan psikologis, yang lebih merupakan cermin dari pikiran dan sikap negatif atas hal-hal yang dilihat dan dipelajarinya waktu kecil.

Maka kemudian, Islam mengenal ‘pacaran’ dalam kemasan yang berbeda. Ustadz Ihsan Arlansyah Tanjung, konsultan keluarga sakinah di situs eramuslim sering mengatakan bahwa pacaran akronim dari ‘pakai cara nikah’. Ya, Islam hanya mengajarkan bentuk-bentuk curahan kasih sayang dan cinta itu setelah melalui satu proses sakral yakni pernikahan. Sementara proses pranikah yang dilakukan untuk saling mengenal antara calon pria dan wanita biasa disebut proses ta’aruf (perkenalan). Yang penting dari ta’aruf adalah saling mengenal antara kedua belah pihak, saling memberitahu keadaan keluarga masing-masing, saling memberi tahu harapan dan prinsip hidup, saling mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai, dan seterusnya. Kaidah-kaidah yang perlu dijaga dalam proses ini antar lain nondefensif, tidak bereaksi berlebihan pada feedback negatif, serta terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru, Jujur, tidak curang, berbohong dan punya sense of integrity yang kuat, Menghormati batas-batas, prioritas dan tujuan calon pasangan yang menyangkut diri mereka maupun tidak, Pengertian, empati, dan tidak mengubah pasangannya sedemikian rupa serta tidak mengontrol, manipulatif, apalagi mengancam pasangan dalam bentuk apa pun.
Dalam tahap ini anda dan dia bisa saling mengukur diri apakah cocok satu sama lain atau tidak. Masing-masing pihak masih harus sama-sama membuka options/kemungkinan batal atau jadi. Maka umumnya dilakukan tanpa terlebih dahulu melibatkan orangtua agar tidak menimbulkan kesan ‘harga jadi’ dan tidak ada lagi proses tawar menawar, sehingga jika pun gagal/batal tidak ada konsekuensi apa-apa. Karena jika sudah sampai menemui orangtua berarti secara samar maupun terang-terangan seorang pria sudah menunjukkan niat untuk memperistri si wanita. Yang perlu jadi ingatan, seringkali pasangan-pasangan itu terjebak dalam aktifitas pacaran yang terbungkus sampul ta’aruf. Apa namanya bukan pacaran kalau ada rutinitas kunjungan yang melegitimasi silaturahmi dengan embel-embel ‘ingin lebih kenal’.
Jika sudah mantap atas pilihan masing-masing barulah kemudian melibatkan orang tua dalam proses selanjutnya, lamaran (khitbah). Untuk khitbah tak ada aturan yang kaku, yang penting dalam masa penjajagan keduanya berkenalan dan saling mengungkap apa yang disukai dan tidak disukai, saling mengungkap apa visi misi dalam pernikahan dan seterusnya. Tentunya khitbah harus tetap mengikuti aturan pergaulan Islami, tak berkhalwat, tak mengumbar pandangan, tak menimbulkan zina mata, hati (apalagi badan), tak membicarakan hal-hal yang termasuk kejahatan dan sebagainya.
Yang perlu disadari, khitbah mirip jual beli, dalam masa tawar menawar bisa jadi, bisa juga batal. Pembatalannya harus tetap sopan menurut aturan Islami, tidak menyakiti hati dengan kata-kata yang kasar, tidak membicarakan aib yang sempat diketahui dalam khitbah kepada orang lain. Namun sebagaimana jual beli harus ada prinsip kedua belah pihak ridho. Khitbah baru bisa berlanjut ke pernikahan jika kedua pihak ridho, jika salah satu membatalkan proses tawar menawar maka pernikahan tak akan jadi. Kalaupun dibatalkan (meski mungkin menyakitkan), harus ada alasan yang kuat untuk salah satu pihak membatalkan rencana nikah yang sudah matang. Sebab Islam melarang ummatnya saling menyakiti tanpa alasan. Jadi jika ada yang ragu (dengan alasan yang benar) sebelum menikah, sebaiknya membatalkan sebelum terlanjur.
Adapun jarak antara khitbah dan akad nikah, tidak ada aturan yang menjelaskan harus berapa lama, tentu dalam hal ini masing-masing pihak bisa mengukurnya sendiri. Satu hari bisa jadi sudah deadline bagi pria-wanita yang sudah sedemikian menggebunya hingga khawatir terjerumus kepada dosa zina. Namun jika bisa merasa ‘aman’ dengan menunda beberapa waktu tidak masalah.
Jadi, jika segalanya sudah terencana dengan matang dan baik, seperti kata seorang bijak, jika berani menyelam ke dasar laut, mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan … Wallahu a’lam bishshowaab 
referensi : (Abinya Hufha) , http://www.eramuslim.com/ ,

Sabtu, 27 September 2014

6 Manfaat Menikah di Usia Muda


 oleh-oleh seminar tadi siang bersama Ustadz Darlis Fajar


Dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para syabab untuk menikah.
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)


1. Lebih terjaga dari dosa
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.
2. Lebih bahagia
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.
Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”
3. Lebih puas dalam bercinta
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”
4. Emosi lebih terkontrol
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.
5. Lebih mudah meraih kesuksesan
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.
6. Lebih baik bagi masa depan anak-anak
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
Wallahu a’lam bish shawab.

Jomblo Syariah: Jomblo Mulia Penuh Prestasi

Jomblo, kata ini sekarang tengah menjadi trending topic pembicaraan tak hanya di dunia maya, bahkan di dunia nyata sekalipun. Entah bagaimana ceritanya, jomblo kini mempunyai konotasi yang sedikit tidak sedap. Jomblo dianggap sebagai orang yang hina, penuh kemalangan, bahkan sering jadi target bully. Ada yang lebih parah lagi, yaitu Jomblo Ngenes. Ini tingkat jomblo yang kata orang adalah tingkat paling merana.

Kata “jomblo” sebenarnya tidak ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini berasal dari “jomlo” yang berarti gadis tua. Mungkin jomblo diibaratkan sebagai seseorang yang harusnya sudah punya pasangan namun waktu belum mengizinkan. Jika dilihat secara mendalam, para jomblowan dan jomblowati ini sebenarnya adalah orang-orang yang sedang dikehendaki baik oleh Allah. Mengapa demikian? Ini dikarenakan saat kita berada di status jomblo, kita akan punya waktu lebih banyak untuk melakukan kebaikan. Ya, sebagai jomblo syariah yang mulia dan penuh prestasi.
Secara garis besar, jomblo dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jomblo orang umum dan jomblo orang khusus. Untuk jomblo jenis pertama (umum), biasanya berorientasi pada pacaran (jomblo karena tak punya pacar). Jomblo jenis ini akan menghadapi ke-jomblo-annya dengan tampil keren atau mengubah tingkah laku untuk menarik perhatian lawan jenis. Padahal, tidak punya pacar bukanlah sesuatu yang buruk, bahkan bisa dibilang prestasi. Prestasi karena waktu kita lebih banyak untuk mengejar target dan mimpi.
Jenis jomblo yang kedua (khusus) akan lebih berorientasi kepada menikah (jomblo karena belum menikah). Kapan menikah itu adalah sebuah pilihan, dan menunda pernikahan meski sudah berkecukupan adalah pangkal kemuliaan. Mulia karena kita punya waktu lebih panjang untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Namun, mulia bukan dilihat dari sudah atau belumnya menikah. Mulia ditentukan dari apa yang kita lakukan. Kalau jomblo tapi nggak baik, ya nggak mulia.
“Belum / tidak menikah bukanlah suatu kehinaan”
Balik lagi ke jomblonya orang umum. Terdapat setidaknya enam kebaikan yang bisa diraih oleh jomblo jenis ini:
1. Jomblo Pangkal Kaya
Uang bisa ditabung untuk keperluan yang lebih penting, bukan untuk pacaran.
2. Jomblo Pangkal Nggak Galau
Kalau jomblo, galaunya cuma satu (tak punya pasangan). Tapi kalau pacaran, galaunya seabrek (galau SMS nggak dibales, galau nggak dijemput, dll).
3. Jomblo Pangkal Pandai
Punya waktu banyak buat belajar biar lebih pandai.
4. Jomblo Pangkal Sabar
Kesabaran menahan diri dari keburukan (hal-hal yang umumnya ada di pacaran).
5. Jomblo Pangkal Merdeka
Merdeka dalam arti sebenarnya, bebas, waktu yang dimiliki lebih efisien.
6. Jomblo Pangkal Keselamatan
Selamat fisik karena tidak capek pacaran dan selamat rohani karena hatinya bersih dari galau.
Yang wajib diingat, saat kita gagal pacaran, berarti Allah yang menggagalkannya dan menginginkan kita menjadi lebih baik.
Ada sebuah kisah singkat yang menarik. Seorang gadis menerima sebuah SMS yang berisi ‘Dek, mau nggak jadi pacarku?’. Terkejut. Ternyata ada yang mau sama diriku, begitu pikir si gadis. Tepat sebelum gadis ini akan membalas ‘Iya, mau’, ada SMS masuk dari pengirim yang sama. ‘Maaf, tadi salah kirim’, begitu isinya. Alhamdulillah, Allah masih menjaga gadis ini dalam kebaikan.
Balik juga ke jomblonya orang khusus. Jomblo jenis ini berpikir bahwa menikah itu pasti. Jadi jika kita masuk jomblo jenis ini, tak perlulah risau memikirkan menikah dengan siapa. Yang perlu adalah menjadikan menikah sebagai peristiwa yang terbaik dalam hidup. Kriteria yang harus kita pegang adalah pastikan pasangan kita seorang pria atau wanita dan pastikan bahwa dia baik agamanya. Jodoh merupakan orang yang terbaik untuk kita. Jadi kita harus menjadi yang terbaik untuk mendapatkan orang yang terbaik.
Jomblonya orang khusus adalah waktu untuk mempersiapkan diri untuk tahap kehidupan yang sebenarnya. Berprasangka baiklah selalu kepada Allah. Bila belum kunjung menikah itu berarti Allah memberikan kebaikan, dan tugas kita mencari kebaikan itu. Atau yang lebih istimewa, Allah belum mengizinkan ada orang lain di antara kita dan Allah.
Jomblo bukanlah sesuatu yang hina lagi jika kita melihatnya lebih mendalam. Jomblo adalah waktu di mana kita mengukir prestasi. Jomblo adalah medan kita untuk berjuang dengan sungguh-sungguh. Berjuang untuk terus melakukan kebaikan, karena dengan sendirinya kita akan menjadi orang baik. Bangga jadi jomblo syariah, bangga jadi jomblo mulia penuh prestasi. (Uniz)
(Masjid Mardliyyah, Setiap Selasa-Kamis-Sabtu, Kajian Rutin Pagi Hari)

Sekilas Tips Berqurban

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”
(Q.S. Al-Hajj: 37)
© catatanpengajian.blogspot.com

Tiap tahun kita bakal berpapasan dengan yang namanya hari raya Idul Adha. Diperkirakan pada tahun ini Idul Adha jatuh pada tanggal 4 atau 5 Oktober. Nah bicara tentang Idul Adha siapa nih dari temen-temen yang mau ber-qurban? Atau kalau ada yang mau berkurban bisa diatasnamakan keluarga sekalian aja biar semua kebagian pahala. :)
Anyway, aku mau bagi-bagi tips nih untuk temen-temen sewaktu Idul Adha besok. Bakal berguna banget kalo temen-temen jadi panitia atau sohibul qurban atau punyak kenalan panitia ama sohibulnya hehe. Tips ini dibagi menjadi tiga bagian yakni tahap pra penyembeihan, tahap penyembelihan dan tahap pasca penyemebelihan. Monggo di simak untuk lebih lengkapnya ;)
Tahap Pra Penyembelihan :
Kita mulai dengan syarat-syarat hewan yang pantas untuk ber-qurban:
1. Hewan yang diperbolehkan untuk berqurban adalah kambing, unta, sapi dan sejenisnya. Ada juga nih di beberapa daerah yang melaksanakan qurban pake kerbau. Nah itu juga boleh karena masih sejenis dengan sapi dan kroni-kroninya.
2. Jangan menyembelih hewan yang belum cukup umur hehe.. Termasuk dengan KBG (Kambing Baru Gedhe) dan SBG (Sapi Baru Gedhe) :P Caranya gimana nih biar tahu?
    a. Gampang kok, sekarang beberapa peternak udah menyediakan akta kelahiran untuk hewan-hewannya. Jadi bisa dicek akta mereka, lahirnya kapan. Jangan-jangan nanti ketemu yang seumuran ama kamu hehe..
    b. Kalau tidak ada akta kelahiran, bisa mengecek apakah hewan qurban kita sudah poel atau belum. Poel yang dimaksud adalah bergantinya gigi seri bawah menjadi gigi seri yang permanen. Poel bukan berarti ompong ya.. Nanti bisa tanya lebih lanjut ke peternaknya. :3
3. Hewan kurban kita juga harus sehat pastinya, tidak pincang, cacat, picik, tanduk tidak patah,kurus dan tidak ada penyakit yang menjangkit hewan qurban.
[Warning] : terman-teman wajib berhati-hati terhadap penyakit antrax yang bisa menjangkit hewan kurban. Apabila ada hewan qurban yang terkena antrax, siapkan lubang sedalam sepuluh meter untuk mengubur jasad kurban tadi. Kemudian tutup lubang dengan batu kapur di atasnya. Lubang itu wajib dijauhi dalam radius 100 meter dalam 10 tahun. Ini bukan lebay lho ya, tapi ini SOP buat penanganan virus antrax pada hewan.
Ada baiknya temen-temen menjelang penyembelihan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Mulai dari sore H-1 penyembelihan tarik semua makanan, dan puasakan hewan pada pagi hari H. Tujuannya agar hewan qurban lebih tenang saat akan disembelih.
2. Jangan ajak jalan-jalan hewan saat di hari H. Apalagi diajak 100 hari keliling Indonesia . Fungsinya agar hewan tidak kelelahan dan daging tidak menjadi alot juga asam. Karena saat bergerak tubuh hewan akan mengeluarkan asam laktat yang dapat mempengaruhi kondisi daging saat disembelih.
Tahap Penyembelihan:
1. Siapkan semua peralatan termasuk juga alat penyembelihan berupa pisau.Tajamkan pisau biar kita gak menyiksa hewan kurban, kan itu gak berperi-kehewan-an :( Kalau bisa pasang tirai untuk menutupi proses penjagalan, bisa kebayang sedihnya si kambing kalo liat temennya lagi disembelih :O
2. Posisikan hewan kurban ke arah kiblat. Jadi bukan mukanya yang ke arah barat, tapi kakinya yang menghadap barat. Jangan lupa mengikat kaki hewan, biar gak kena tendang sewaktu menyembelih.
3. Setelah berdoa untuk sohibul qurban, waktunya kita mengeksekusi mereka. Gak perlu memotong leher hewan qurban sampe putus dari badan, tinggal cek apakah saluran yang ditentukan udah putus atau belum.
4. Udah disembelih, apakah mereka masih hidup? Coba cek sampai mereka benar-benar mati. Caranya bisa dengan :
    a. Menyentuh mata hewan, jika masih ada reflek berarti dia masih hidup
    b. Pindahkan/ gerakan ekor hewan, jika ia melawan berarti dia belum mati
    c. Ada bagian yang senfitif yang berada di antara dua kuku kaki hewan. Sentuh dengan ujung pisau runcing secara perlahan. Kalau tidak ada respon, berarti nyawanya sudah tiada.
5. Cek dan amati organ dalam tubuh hewan. Apabila di bagian hati seperti terbakar, artinya hewan tersebut terkena antrax. Lakukan penanganan seperti pada poin 3 di tahap pra-penyembelihan.
Tahap Pasca Penyembelihan:
1. Masak daging dengan matang apabila ingin dikonsumsi (yaiyalah..) Mungkin sewaktu teman-teman menyembelih kurban di bagian hati sapi terdapat cacing-cacing hati. Jangan takut, tetep aman dikonsumsi kok asal dimasak sampai matang.
2. Apabila mau menyimpan daging bisa dipotong kecil-kecil kemudian dimasukan ke dalam freezer. Jadi kita tidak perlu mengeluarkan seonggok daging ketika mau memasaknya. Inysa Allah daging akan awet selama 1 tahun dengan cara menyimpan seperti ini.
Okey, itu dia tips ber-qurban untuk temen-temen, ada baiknya buat mempelajari kembali rukun berkurban dan syarat berkurban yang lengkap ;) Tips ini aku dapetin dari acara I-Lecture di Masjid Kampus UGM sewaktu diisi oleh Ust. Nunung D. dari Fakultas Peternakan. Terima kasih untuk Jama’ah Shalahuddin yang udah buat acara yang manfaat banget. Semoga berguna buat temen-temen semua ;) Jazakumullah khairan katsira…

Referensi  (Annonymous book) ,  catatanpengajian.blogspot.com

He with Her, Problem?

Sejoli muda-mudi kerap kali kita temukan sedang berduaan di berbagai waktu dan tempat. Entah sedang berjalan bersama, duduk-duduk di cafe, ataupun yang sedang berboncengan di atas sepeda motor. Naasnya pemandangan semacam ini kerap membuat hatiku bergejolak. Ada (sedikit) rasa iri karena diriku masih sendiri dan belum punya suami(nahlohhh curhat), tapi lebih tepatnya aku prihatin dengan kondisi mereka. Lihatlah bagaimana pasangan muda-mudi (yang belum menikah tentunya) udah berani nemplok di satu motor, deket-deketan, yang dibonceng pake pegangan ke doinya lagi. Astaghfirullah… Bikin ngiri tau gak!! Eh, salah salah… Bikin prihatin maksudnya…
Ilustrasi oleh Kazuha © 2KXIV
Ilustrasi oleh Kazuha © 2KXIV
Kemudian, di sisi lain di negeri ini ada muda-mudi yang lebih menjaga jarak terhadap lawan jenisnya. Walaupun bisa minta boncengan, tapi gegara yang bawa motor bukan mahromnya ia mengurungkan niat dan memilih untuk berjalan kaki. Sangat berlawanan dengan yang tadi kan? Tapi kedua tipe ini memang ada di Indonesia, dan masih lestari hingga kini.
Padahal aku pernah diceritain kalo zaman dulu tuh, pas ada laki-laki dan perempuan yang belum sah menikah lalu berduaan, ketika mereka kepergok orang lain pasti mereka jadi malu gitu. Lalu keadaan berubah drastis, berpacaran maupun hubungan yang terlalu dekat dengan lawan jenis kini dimaklumi bahkan sangat dimaklumi oleh masyarakat indonesia saat ini. Namun apakah salah jika mengingatkan mereka untuk menjaga jarak? Ataukah karena ukuran baik dalam pergaulan sudah bergeser kemudian kita harus mengikutinya?
sangat miris memang...tapi inilah indonesia negara muslim yang mengharuskan umat muslimnya terus menerus berhijrah ke arah yang lebih baik.
Nah, ada sebuah catatan dari pak ustadz yang ngehist bingits di kota bandung,tau ngga siapa namany?sebut saja nama ust dengan sebutan melati HAHAHA, janan deh yaaa kita sebutin aja inisialnya yaitu ustadz DF,yang bikin aku paham dengan fenomena ini. Beliau mengatakan bahwa pola pergaulan (akhwat-ikhwan) di indonesia saat ini umumnya sangat tergantung dengan ideologi / madda’ yang melatar belakanginya. Berarti ideologi menjadi sesuatu yang penting dari pola pergaulan kita, baik ideologi itu dianut dalam sistem negara, maupun yang dipahami dan dijadikan prinsip oleh masing-masing pribadi. Maka jelas orang Amerika Serikat amat bebas dalam pola pergaulannya karena negeri ini memang berideolgi liberalisme. Bisa jadi kita dapat pengaruh ini dari berbagai hal asing yang masuk ke Indonesia.
Terus kita pakai ideologi mana dong? Kalau dari pelajaran PKn pas masih sekolah dulu dijelasin bahwa Indonesia memakai ideologi yang lahir dari dirinya sendiri, yakni Pancasila. Namun jangan lupa bahwa Islam juga telah mengatur berbagai macam hal, seperti makanan, ekonomi, politik, termasuk hubungan antar manusia. So, sebagai muslim kita bisa menggunakan syariat untuk tolak ukur baik-buruknya pergaulan.
Sebagai contoh yuk kita buka surat An-Nur ayat ke-30 s/d 31 yang artinya:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 30-31).
Salah satu poin yang diperintahkan Allah pada kita pada ayat tersebut adalah “menahan pandangannya”, istilah kerennya Gadhul Bashar. Mangkanya kalau kebetulan lihat cowok kece atau gadis manis segera tuh geser pandangan ke arah lain biar nggak terjerumus ama pikiran yang enggak-enggak. Jangan dipelototin terus, apa lagi pake difoto.
Pasti ada banyak lagi dong syariat Islam buat mengatur pola pergaulan kita? Jawabannya tentu saja. Oleh karena itu sering-sering baca Al-Quran, hadist, dan datang ke majelis ilmu biar kita lebih banyak tahu. Kita kan sudah diberikan hidayah untuk memeluk Islam oleh Allah, masak mau ngikut-ngikut ideologi lain? Yuk makin banyak belajar tentang Islam :D (Annonymous)

Kamis, 25 September 2014

BERJUTA RAHASIA Manfaat Sujud Bagi Para akhwat

BERJUTA RAHASIA Manfaat Sujud Bagi Para Wanita
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Sahabatku yg Allah muliakan …. Tak ada yang sia-sia di dunia ini, karna Allah menciptakan segala sesuatu da
lam kadar dan ukuran yang tepat, Apa yang Allah perintahkan pada Manusia selalu memilki manfaat tersembunyi dibaliknya.Tak pernah ada yang sia-sia, seperti yang termaktub dalam Firmannya disurat Ali Imron:193 “Tidaklah Rabb-ku menciptakan ini dengan sia-sia”
Taukah kita??
Ternyata sujud memilki banyak manfaat yang sangat luar biasa.
Dalam setiap shalat wajib yang kita lakukan sehari-hari dalam 17 rakaat dan dua kali sujud
==>Apa sujud itu??
Sujud adalah salah satu gerakan dalam sholat yang hukumnya wajib untuk dilakukan.
Sujud dalam makna aslinya adalah menghinakan diri disertai sikap yang penuh kerendahan.
Dalam bentuk tekhnisnya adalah meletakan kedua lutut, kedua tangan, dahi, hidung, dan jari-jari tangan diatas tanah dalam shalat.
Wail bin Hajar r.a Mengatakan:” Rasulullah ketika sujud,meletakan kedua lututnya terlebih dahulu sebelum meletakan kedua tangannya,dan manakala dia bangkit dari sujud,maka ia mengangkat kedua tangannya terlebih dahulu,sebelum lututnya.ini merupakan pendapat mayoritas ulama.
==> Bagimana Cara sujud yang Afdhol itu??
Sentuhkan muka ketempat sujud dengan tenang.jangan tergesa-gesa untuk untuk mengangkat wajah kita dan biarkan jiwa kita juga ikut bersujud.
Resapi makna dari sujud kita yang meninggikan Allah semata.
Akui kelemahan serta kerendahan diri kita dihadapan Allah yang MahaTinggi,MahaPerkasa.
Rasakan bahwa diri kita adalah salah satu dari sekian banyak makhluknya yang menghampar dibumi yang diciptakan-Nya.
Betapa kita bukan apa-apa dikaki-Nya dan kita pasti pulang kepada-Nya dihari kematian kelak, beserta kerendahatian kita sebagai hamba. Saat sujud kita sama rendahnya dengan hamba-hamba-Nya yang lain.
Bacalah bacaan sujud, saat ruas-ruas tulang kita sudah sampai pada posisi sujud yang pas.baca bacaan sujud dengan lafal yang telah dicontohkan dengan benar.Ada tujuh anggota badan yang harus menempel ketika sujud. Tujuh anggota badan itu adalah kedua telapak tangan, dua lutut, dua telapak kaki, kening dan hidung.
Dua anggota badan yang terakhir dianggap satu dalam melakukan sujud.dan penentuan anggota sujud tersebut sesuai dengan hadist
“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh anggota badan,yaitu kening,sekaligus hidung,dua tangan(dua telapak tangan),Dua lutut,Jari-jari kedua kak,dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut”(H.R.Bukhari-Muslim)
==> Berjuta Rahasia Dibalik Sujud …
Allah Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang … Dia slalu memberikan apa yang kita butuhkan, Allah Telah membukakan rahasia sujud melalui ilmu pengetahuan Kepada hamba-hamba-Nya yang yakin. Masih banyak Rahasia-rahasia lain yang belum terungkap, smoga semua ini dapat menambah keyakinan kita akan kasih sayang-Nya (smoga kita dapat menyingkap rahasia-rahasia lain yang belum terungkap………..^-^ Amin)
Rahasia Jiwa …
Manfaat kejiwaan dari segi psikologis bagi seseorang yang bersujud sesuai dengan sunah Rasulullah adalah KETENANGAN yang dirasakannya saat merasa bahwa ia adalah hamba Allah, yang berada dibawah keperkasaan-Nya. Keperkasaan-Nya yang justru membuat-Nya melimpahkan segenap kasih sayang-Nya pada hamba-hamba-Nya.Kasih sayang yang membuat-Nya menutupi aib hamba-Nya yang beriman, saat khilaf dan memanggil hamba-Nya untuk bertaubat dengan limpahan rahmat, bukan adzab atau siksaan …
Ketenangan inilah yang akan membawa seorang hamba menyungkur dikaki arsy-Nya(Kebesaran-Nya) karena ia merasa begitu banyak merasakan kenikmatan dan keberkahan, namun tak cukup banyak teringat untuk bersyukur …
Energi ketenangan yang akan jadi penawar kelelahan seorang hamba .. karena itu Rasulullah senantiasa melepas kelelahannya dalam shalat .. karena dalam Shalatlah Allah menggantikan kelelahan yang menyiksa dengan semangat dan keoptimisan. Itulah istirahat seorang Muhammad Rasulullah, Pejuang sejati. Subhanallah .. (lalu Bagaimana dengan kita??Justru kelelahan itulah yang terkadang menjadi alasan tuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya) ….
Smoga contoh yang patut kita teladani itu, bisa diterapkan mulai sekarang dengan penuh keyakinan dan kedisiplinan ..OK??
(Ya Allah bimbing kami Semua agar kami dapat Khusyu dan lebih rajin beribadah kepada-Mu, hingga kecintaan kami kepada-Mu lebih besar dari Apapun. Aamiin)
Taukah Sahabat yang baik hatinya ..?
Ketenangan ini pula yang menghindarkan seseorang dari sifat sombong. Karena dengan merasa bahwa ia adalah hamba Allah dan diciptakan dengan kelebihan masing-masing tak mungkin membuka kesempatan untuknya mendapatkan pengakuan ’’yang paling’’ karena setiap orang dengan kelebihannya pun telah menjadi ‘’yang paling’’ .. itu hanyalah yang menciptakan kelebihan-kelebihan tersebut …
Rahasia Fisik …
Rahasia yang tersimpan dibalik sujud untuk kesehatan fisik, beberapa diantaranya telah berhasil terungkap secara medis, dan ini merupakan kabar gembira yang sangat luar biasa bagi kita semua .. ^-^
1.Menambah Kecerdasan …
Selain terbebas dari maag dan migrain, sujud yang thu’maninah dalam shalat juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah yang kaya akan oksigen kedalam otak kita …
Mengapa bisa begitu ..???
Karena pada saat sujud, posisi jantung berada diatas otak, kondisi ini hanya mungkin terjadi bila kita tidak tergesa-gesa dalam bersujud.karena dibutuhkan waktu untuk mancapai kapasitas maksimal darah dalam otak. Aliran darah kaya oksigen ini berpengaruh pada daya pikir seseorang, pasalnya sel-sel otak yang mendapatkan pasokan darah kaya oksigen secara maksimal akan bekerja lebih baik … Tentu hal ini akan akan meningkatkan kecerdasan seseorang …
Posisi sujud juga menghindarkan gangguan wasir khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan …
2.Memperindah Bagian Tubuh …
Nah ini dia,yang di incar kaum hawa yang menginginkan atau mendambakan postur tubuh yang indah, ternyata tidak susah, tak perlu obat pelangsing hhehehee…..^-^
Ternyata sujud juga dapat memfasilitasi apa yang kita dambakan itu ..,
Allah Maha Penyayang memfasilitasi sujud untuk memperindah payudara. Sujud merupakan latihan kekuatan untuk otot dada. Saat sujud , beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan …saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, yang merupakan salah satu bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita.tak hanya memperindah tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu didalamnya …
3.Melatih Organ Persalinan …
Betapa banyak kenikmatan yang Allah ciptakan untuk kita, andai kita disuruh tuk menuliskan bentuk-bentuk kenikmatan itu, takan mampu melukiskannya!
Maka jadilah jiwa yang tak luput untuk slalu mensykuri apa yang tlah diberikan-Nya,
karena Allah pun berjanji akan menambah kenikmatan pada hamba-hamba-Nya yang slalu bersyukur (Ya Allah jadikan kami smua hambaMu yang pandai bersyukur.aamiin)
Sahabatku yang Allah sayangi ……..
Sujud yang Thu’’maninah juga akan memudahkan kita untuk melewati saat persalinan dengan lancar. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh … Kondisi ini melatih organ disekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi …
Bila otot perut telah mengembang menjadi lebih besar dan kuat maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi)
Sealain manfaat-manfaat yang tlah disebutkan diatas, sujud yang baik juga dapat meringankan rasa sakit ketika datang bulan( Menstruasi ), Menghilangkan penyakit wasir, mengurangi kegemukan, Mencegah penggumpalan darah pada otak, serta manfaat-manfaat kesehatan lain yang masih banyak lagi ..
So,………
Bila sudah tau dan jelas keuntungan, manfaat yang sungguh sangat luar biasa dalam sujud kita,
Smoga dapat menjadi alasan untuk lebih memperbaiki cara bersujud kita pada Allah swt ….
Sungguh, Allah memang tidak pernah memerintahkan sesuatu yang tidak bermanfaat pada hamba-Nya ………
karena Semuanya terselip Hikmah dan Manfaat yang begitu luas dan banyaknya …
Smoga apa yang tersaji dalam kesederhanaan dapat memberikan manfaat yang berharga bagi sahabat pada umumnya dan khususnya bagi diri saya pribadi. Aamiin ..
Tiada ada yang sempurna begitu juga dengan tulisan yang alakadarnya ini, Karena Kesempurnaan tetaplah hakiki ada pada Allah swt ..
Sebelum saya berlalu pergi………..
Mari sejenak kita tundukan kepala kita …
Khusyu dalam pengharapan dan doa pada-Nya, Dialah Allah Yang Patut Disembah tiada Tuhan selain-Nya …
Ya Allah ….
Maafkanlah diri yang belum sempurna mencintai-Mu ….
Hingga hati jauh dari rasa Khusyu …
Saat diri ini menghadap-Mu ..
Ku hanya memohon ampunan dan bimbingan-Mu ..
Agar hati tetap tertuju pada-Mu …
Rabb……….
Jangan Engkau palingkan hatiku pada kesesatan ..
Setelah engkau beri petunjuk …
Kuatkanlah, teguhkanlah, sabarkanlah aku …
Dalam Menjalani smua Qadha-Mu penuh Keridhoan …
Rabb,……..
Sungguh,tanpa petunjuk dan bimbingan-Mu ..
Apalah dayaku ..!
Sesungguhnya kekuatan itu ada pada-Mu, berasal dari-Mu …
Ya Allah…..
Limpahkan kami slalu dalam Kasih sayang-Mu …
Dan dalam Cinta,juga Curahan Rahmat-Mu
Aamiin……………….
Mari kita saling Mengingatkan ..
Mari kit saling menguatkan …
Yang kadang kala diri ini khilaf …
Yang kadang kala diri ini rapuh …

Barakallahufikum ….
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat …
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

*berjuta rahasia wanita*kaskus*buku asma nadia*dll*

La Tahzan Innallaha Ma'ana


 JOMBLO? adakah masalah dengan status itu?di kalangan remaja zaman sekarang ini janggan rasanya jika sedang berkumpul dengan teman-teman dan ditanya''apakahkamu punya pacar?' jika menjawab 'saya jomblo' terkesan remaja kudet remaja kuper,padahal mereka hanya tak mngerti arti pacaran sesungguhnya...
Duhai MUSLIMAH,,,,
Jangan malu dan merasa rendah diri jika saat ini kau masih JOMBLO....
Dan jangan juga berputus asa jika ada yang berkata dirimu tak laku.... (yeee,,,, emang barang,,, kali ya,, pake laku segala...?)
Tetaplah optimis,,, Dan bersyukurlah...
Karena sebenarnya ALLAH telah menjagamu dari CINTA yang belum saatnya kau nikmati...
Usah GALAU,,,,
Jika ada yang bertanya,,
''sudah menikah? Atau kapan menikah?''
Jawablah dengan simple... ''Jika sudah saat-NYA bagimu untuk menikah, maka kau pasti akan menikah juga dengan orang yang tepat''.
Dan soal JODOH,..?
Usah lah risau.. Karena JODOH ibarat kematian bagimu... Yang semuanya telah di tulis-Nya di lembar LAUHULMAHFUDZ''
Jadi,,, pasti akan datang juga... Di dunia atau di akhirat-Nya, kelak.
Yang terpenting kau lakukan saat ini adalah...
''menyiapkan diri utk menjemput apa yang telah di tuliskan-Nya utkmu... Dan pasti itu selalu INDAH ''

Selama ALLAH beserta kita Apalah artinya bersedih hati Apalah arti takutDan ..
Apalah artinya cemas

Tenangkanlah ..Tegarkanlah ..Tenteramkan ..
Dan ..
Teduhkanlah hati ..
Karena sesungguhnya ALLAH beserta kita

Kita tidak akan terkalahkan

Tidak akan mundur Tidak akan sesat Tidak akan  tersia-sia Tidak akan putus asa
Dan ..
Tidak akan frustasi Karena sesungguhnya ALLAH beserta kita

Pertolongan akan berpihak kepada kita Kemudahan akan menyertai kita Kemenangan akan selalu menemani kita Kemuliaan adalah tujuan kita
Dan ..
Kebahagiaan adalah kesudahan kita
Karena sesungguhnya ALLAH senantiasa beserta kita

Tiada yang lebih kuat hatinya daripada kita,Tiada yang lebih berpetunjuk manhajnya daripada kita,Tiada yang lebih agung prinsipnya daripada kita,Tiada yang lebih baik perjalanannya daripada kita
Dan ..
Tiada yang lebih tinggi kedudukannya daripada kita,Karena sesungguhnya ALLAH bersama kita

Bila mungkin ada luka coba TERSENYUMLAH
Bila mungkin tawa coba BERSABARLAH
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan DIA
Karena hanya dengan-NYA hati tenang
Damai jiwa dan raga


kamis malam di suatu ruang

Minggu, 21 September 2014

menyikapi pergaulan jaman sekarang


Banyak hal/fenomena yang terjadi antara hubungan antara lawan jenis yang terjadi akhir2 ini. Dengan keterbatasan ilmu dan adanya peluang untuk bisa ke arah yang semestinya tidak mereka tuju, bahkan melanggar kaidah2 yang memang sudah disyari'atkan, membuat kita semakin sadar bahwa perlunya suatu tameng "iman" agar tidak terjerumus hal yang demikian.

Kasus serupa juga tidak terlepas dari hubungan lawan jenis yang memang secara ilmu Islam, belum dikatakan "faham",tapi juga bisa terjadi antara ikhwan akhwat yang notabene sudah mengerti dan faham akan Islam dan aturan2nya. Ini yang bisa menjadi bumerang, bagaimana seseorang yang sudah faham akan Islam, tapi tetap melanggar aturan yang niat awalnya, mungkin baik, untuk berdakwah, menjaga seseorang dari perbuatan tercela, atau sekedar saling mengingatkan.


Interaksi kadang berawal dari kesamaan komunikasi, "nyambung" istilah gaulnya. Dari kesamaan itulah, mulai berlanjut dari sekedar say hai,sampai hal2 yang detail, yang seolah-olah ingin merubah lawan bicara kita ke arah yang sesuai keinginan kita


Bukan hal yang mustahil, komunikasi antar ikhwan dan akhwat, juga terjadi pada yang sudah mempunyai pasangan sekalipun. Baik yang sudah beristri atau yang bersuami sekalipun. Banyak kasus yang berakhir kecewa, dari sisi pihak manapun yang terlibat, bisa dari suami, istrinya, anak2nya, orang tua, lingkungan dan lain sebagainya atau diri mereka sendiri yang terlibat langsung. Dan semuanya tentunya ada konsekuensi tersendiri dari perbuatan yang sudah dilakukan

Bisa jadi pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:

1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat
2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.
3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan
4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai

Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal


Dan pelanggaran-pelanggaran yang biasa terjadi antara lain:

Membuka peluang awal berkomunikasi,antara lain:
. a.Telepon Tidak Urgen
Menelepon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.

b. SMS Tidak Urgen
Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.

c. Berbicara Mendayu-Dayu
“Deuu si akhiii, antum bisa aja deh…..” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil terdengar sedikit manja.

d. Bahasa Yang Akrab
Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, yang penting semuanya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh .“ Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.

e. Curhat
“Duh, bagaimana ya…., ane bingung nih, banyak masalah begini … dan begitu, akh….” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu niat awalnya entah untuk dakwah, atau yg lainnya. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.

f. Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen

berhubung zaman saat ini semakin modern, sehingga dalam hal komunikasi pun kita lebih mudah, seperti layanan internet. Kita mengetahui ada program yahoo mesengger yang memudahkan kita, untuk berkomunikasi dengan yang lain. Tapi hal ini juga memicu terbukanya komunikasi seorang ikhwan dan akhwat, ataupun sebaliknya yang bukan mahramnya.


Fasilitas yang sangat ekspresif, dengan fitur2 yang unik dan menarik. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi. Terlebih lagi melebar menjadi ajang saling menukar identitas, penampilan, file2 yang tidak ada hubungannya dengan niat awal.


Kemudian, lebih jelasnya diterangkan dibawah ini yaitu dalam hal fasilitas2 yang mendukung sekarang ini.


Komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet atau yang lebih dikenal dengan chatting baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemukannya jaringan internet. Karena itu dalam buku-buku ulama dahulu khususnya buku fiqih, istilah ini tidak bakal ditemukan. Namun substansi hukum dari chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.

Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara lewat telepon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya memiliki kesamaan. Yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Kesamaan ini juga mengandung adanya kesamaan hukum. Karena itu, Ada dua hal yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri. Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram. Kedua, adalah hukum khalwat.


Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Dalam sejarah kita lihat bahwa istri-istri Rasulullah berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya:

Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik. (QS. al-Ahzab: 32)
Imam Qurtubi menafsirkan kata alkhudhu’ (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati.

Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suaraTermasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan khusus, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.


Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun bisa menyebabkan fitnah. Yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.


Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagai mana dalam sabda Rasulullah Shallallahu a'laihi wa sallam yang artinya: "Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahram." (HR. Bukhari dan Muslim)


Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.

Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi ngobrol lewat telepon di luar kebutuhan syar’i juga dihitung berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisik mereka tidak berada dalam satu tempat. Bahkan lewat telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dihantui.

Hukum chatting sama dengan menelpon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Artinya chatting di luar kebutuhan yang syar’i termasuk khalwah.Walaupun dengan niat berdakwah. Karena berdakwah bukanlah kebutuhan syar’i.Namun bila ada tuntutan syar’i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai kebutuhan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas.


Subhanallah...

Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32).

# Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (HR.Ahmad)
# Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya……” (QS.24: 30)
# Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya……” (QS.24: 31)
# Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.”
# Rasulullah saw. Bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satudengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu.”(HR Ahmad)
#“… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya…” (Al Ahzab: 32)


Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya,

na’udzubillah....

Sabtu, 20 September 2014

REMAJA ISLAM DAN MALAM MINGGU

Malam Minggu nggak Punya Pacar??

 

Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja, malam minggu identik dengan tradisi hura-hura dan wakuncar (waktu kunjung pacar). Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih ‘membebaskan’ hubungan antara laki-;laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan juga untuk ,wakuncar’(waktu kunjung pacar).
Seolah-olah sudah menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura, dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi manfaat lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.. Bagi remaja Islam, kegiatan malam minggu hendaknya tidaklah demikian, karena remaja Islam sejati tidak akan mengikuti budaya orang-orang kafir.

Hura-hura dan wakuncar di malam minggu yang dilakukan remaja seperti jalan-jalan di mall, nonton film di bioskop, makan malam diluar menjadi agenda sebagian remaja yang terpengaruh oleh tradisi budaya barat. Mudharatnya kegiatan tersebut banyak sekali seperti pemborosan, berkhalwat dengan non muhrim, hingga dosa besar mendekati zina. Tidak ada manfaat yang dapat diambil dari kegiatan hura-hura dan wakuncar yang kini sering dilakukan oleh sebagian remaja. Sebagai remaja Islam, tentu harus berbeda dengan mereka yang melakukan kegiatan mubazir seperti di atas. Meski gejolak darah muda dalam diri seorang remaja mulai memanas, sehingga banyak alasan pembenaran yang dikemukakan seperti untuk semangat belajar, untuk belajar mengenal lawan jenis, untuk refreshing , karena cinta/sayang, dan lain-lain, alasan pembenaran kegiatan tersebut tentulah tidak tepat dengan syariah agama Islam. Islam adalah agama keselamatan bagi umat manusia, karenanya para remaja Islam tentu harus mengikuti syariah agama agar bisa selamat di dunia dan di akherat.

Sebuah perenungan yang patut direnungkan melalui akibat-akibat tradisi malam mingguan yang sudah berlangsung selama berpuluh tahun ini Pertama, berapa banyak remaja menikah di usia dini akibat hamil di luar nikah, berapa banyak kasus perkosaan yang terjadi tiap tahun, berapa banyak bayi-bayi tak berdosa yang tak memiliki bapak atau pun mati mengenaskan di tempat sampah?, berapa banyak remaja yang kini berani beradegan mesum dan kemudian dipublikasikan?Jika jawabannya banyak, maka masihkah pantas tradisi seperti ini tetap dipertahankan di kalangan remaja?Jika mudharat yang dibawa tradisi malam mingguan seperti di atas ternyata terbukti sangat banyak dan tentu membahayakan masa depan para remaja, sanggupkah para remaja sekarang merubahnya? Bagi para remaja Islam sejati, kenyataan ini seharusnya menjadikannya sanggup menjadi pelopor perubahan itu dengan membangun aqidah dan akhlaq Islamiyah yang kuat dan mengaplikasikannya dalam kebiasaan hidup sehari-hari.

Malam minggu/ahad dan hari ahad hendaknya dijadikan sebagai waktu yang lebih bermanfaat dan lebih produktif. Zaman yang semakin sulit seperti sekarang ini, seharusnya disadari para remaja untuk lebih produktif dan berprestasi demi menunjang masa depannya kelak. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam mengisi malam minggu/ahad dan hari ahad yang lebih bernilai positif, antara lain mengikuti klub atau kursus yang mendukung pengembangan bakat, sehingga pada akhirnya dapat menambah tabungan dan lebih mandiri dengan memanfaatkan kemampuan/bakat yang dimiliki tersebut.Kegiatan positif ini juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas aqidah dan akhlak islamiyah. Dengan demikian, hidup seorang remaja Islam sejati akan lebih berarti dan insyaAlloh mendapat ridho dari Alloh SWT.

Kehidupan masa remaja Rasulullah SAW dapat menjadi suri teladan, dimana masa remaja Beliau dilalui dengan perjuangan dan kerja keras diiringi dengan akhlaq yang terpuji. Hasilnya sangat luar biasa, Beliau menjadi seorang pemimpin yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh seluruh bangsa di dunia. Memanglah tepat, masa remaja seharusnya tidaklah dihabiskan dengan hura-hura dan mengikuti nafsu duniawi namun digunakan untuk menempa kemampuan diri dan pribadinya sebagai bekal hidup di hari kemudian. Masa remaja merupakan masa emas dimana banyak impian, cita-cita, dan harapan tinggi dalam genggaman erat untuk diwujudkan. Jika masa remaja hanyaa dihabiskan hanya dengan mengikuti nafsu duniawi saja, hasilnya sungguh luar biasa sangat rugi. Kelak akan hidup terlunta-lunta dan menderita tidak hanya di dunia namun juga di akherat nanti.Na’udzubillahimindzalik.Wallahu’alam bi shawab ##

 Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyariatkan penciptanya. Kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. Pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menempuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan Sang Pencipta.

Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama.
Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo. Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo.

1. Studi dulu

Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah.
Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.

2. Kerja dulu

Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. Biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah.
Orientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. Dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.

3. Tidak laku-laku

Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. Jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, YA… AYO…!

4. Malu kepada lawan jenis

Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini.

Dari Ibnu Umar Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Malu adalah sebagian dari iman." (Muttafaq Alaihi)

Dari Ibnu Mas'ud Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu!" (HR. Bukhari)

Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat.
Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.

5. Karena ALLAH Subhanahu wa ta’ala

Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran TIDAK DISYARIATKAN dan SARAT MAKSIAT.
Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya; keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.


>>>> AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)

1. Niatkan karena Allah Subhanahu wata’ala

Inilah yang menyebabkan kita jadi percaya diri dalam status jomblo, ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang terjerumus dalam pacaran. InsyaAllah dengan berbekal niat seperti ini kita memperoleh pahala dari Allah Subhanahu wata’ala, sebab, kita meninggalkan perbuatan maksiat dalam rangka mendapatkan keridhoanNya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah maksiat

Di dalam pacaran ada serangkaian aktivitas maksiat yang mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina. Mulai dari melihat, memegang, bersepi-sepi, dst. Yakini bahwa pacaran adalah perbuatan munkar, sehingga kita pun tenang mengatakan "ALHAMDULILLAH, AKU JOMBLO".

3. Tenang dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala

Fitrah manusia memang selalu tertarik dengan lawan jenisnya, keinginan untuk menyalurkan ketertarikan kepada lawan jenis adalah sesuatu yang manusiawi. Namun jangan sampai hal ini membuat kita menempuh jala yang dilarang Allah Subhanahu wata’ala. Yakinlah dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala, bahwa masa-masa itu akan datang (pernikahan).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 TAHUN sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

Ibnu Umar berkata, "Demi Alah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada qadar/takdir."

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih

Gunakan setiap waktu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan memperbanyak amalan sholih yang sesuai. Misalnya puasa sunnah, sholat malam, menghafal Al-Qur’an, birrul walidayn, dsb. Kesibukan dalam hal kebaikan ini akan memupus keinginan hati terhadap hal-hal yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin

Jangan sampai waktu yang ada kita gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik merupakan penyakit berbahaya bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal yang mendorong untuk berpacaran (termasuk di FACEBOOK)

Hati manusia itu lemah, bila dorongan untuk melakukan maksiat begitu besar maka seseorang akan mudah terpengaruh dalam perbuatan maksiat, dorongan itu bisa berasal dari tontonan, bacaan, lingkungan, yang dorongan tadi mesti ditepis jauh-jauh dengan menghindari sebab disisi lain, sepantasnya kita berusaha untuk mencari bacaan, tontonan dan lingkungan yang mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

specialnya AKHWAT

Seharusnya Akhwat itu yang Seperti Apa?

 

 

Akhwat… akhwat yang tangguh Itu yang kuharap ada padaku Agar… agar diriku bisa melumpuhkan kemaksiatanku…

Ajari aku tuk jadi akhwat yang tangguh sahabat,.Mungkin terlalu lama aku tlah bersembunyi di balik kegelapan,aku bukan akhwat sempurna tapi aku ingin menjadi akhwat shalihah,mungkin dulubergauldengan ikhwan itu halyang sangat biasa untukku tapiii kinnniii....Menatap ikhwanpun aku tak mampu Di persembunyian aku berdzikir Di persembunyian aku berdzikir Akhwat yang tangguh!!!
 MALU?sangat malu jika melihat masalalu,tapiaku aku ingin terusberubah!!
Ehmmm, jadi akhwat yang tangguh??? MAU??? (kalau yang baca artikel ini IKHWAN, silahkan dianalogikan sendiri ya…).Eits, sebelumnya, ada yang belum kenal dengan kata “akhwat” ya? Secara mudahnya sih, akhwat adalah WANITA MUSLIMAH.Wanita dalam Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, dan tentunya terhadap Islam.

Sesungguhnya, banyak peluang bagi muslimah untuk berprestasi, banyak ruang bagi muslimah untuk bisa bergerak, di saat mereka masih dalam pencarian jati dirinya. Teladan muslimah-muslimah terhormat dan berprestasi yang telah memberikan kontribusi riil terhadap zaman ini merupakan contoh yang aplikatif.

Khadijah binti Khuwailid, muslimah teladan, istri pertama Rasulullah SAW telah membuktikan prestasinya, tidak saja di mata manusia biasa tapi juga di hadapan Allah SWT. Beliau tidak hanya sukses sebagai istri tetapi juga sebagai pengusaha yang terpandang dan kaya raya di zamannya. Beliau adalah wanita pertama yang beriman kepada Rasul saat yang lain memusuhi.

Bahkan kesuksesan bisnisnya dipergunakan untuk perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Begitu juga sosok ‘Aisyah binti Abu Bakar. Beliau adalah muslimah cerdas yang menguasai berbagai bidang ilmu. (Bunda ‘Aisyah ra lah yang menjadi inspirasi bagi saya sehingga punya nama pena Aisya Avicenna ^^). Emm… beliau berdua adalah sosok akhwat yang tangguh!!!


Nah, berikut ini saya akan mencoba memberikan RUMUS U+U+U = 3U (Rumus dahsyatnya Aisya Avicenna) untuk menjadi akhwat tangguh… Bisa dicoba dan tentunya silahkan membuat formulasi RUMUS lain yang lebih dahsyat lagi… okey! GO AKHWAT TANGGUH!!!


1. UPDATE NIATMasih ingat kan hadist 1 Arbain… (kalau lupa, silahkan dibuka lagi yak… ). Segala sesuatu tergantung dari niatnya. So, niatkan semua karena Allah SWT. Hati-hati jangan sampai terjebak dalam rayuan setan yang pantang menyerah menggoyahkan iman kita. So, senantiasa update terus niat kita… Jaga hati jangan sampai NIAT kita goyah (tidak lagi untuk mencari ridho Allah…!!!). Niat adalah doa… Niat adalah impian…

2. UPGRADE SEMANGATNiat sudah ada… tapi kalau semangat untuk merealisasikan sesuatu yang kita niatkan tidak ada…emm, ya sama juga bo’ong! Ibarat saat lapar, trus pengin makan… tapi malas untuk membeli makan di warung… ya akan tetap kelaparan dung!Seorang akhwat haruslah semangat untuk belajar dari segala hal yang ada di sekitarnya, baik itu suatu hal yang kecil sekalipun karena siapa tahu sesuatu yang kecil bisa menjadi sesuatu yang besar. So, ambil sisi positif dari setiap ilmu yang diperoleh.

Jangan patah semangat untuk menggapai ilmu! Karena ilmu yang bermanfaat adalah salah satu dari “harta simpanan” yang akan kita bawa setelah kita meninggalkan dunia ini. Tak hanya semangat untuk mencari ilmu, tapi semangat pula untuk mengamalkan dan mentransfernya pada orang lain. Semangatlah dalam beribadah, semangatlah untuk terus berusaha mewujudkan impian, semangatlah untuk membahagiakan orang-orang tercinta, dan yang pasti upgrade-lah semangatmu untuk terus berusaha LEBIH DEKAT… LEBIH DEKAT…dan LEBIH DEKAAAAAT lagi dengan Allah SWT.

3. UPLOAD AMALAN FULL MANFAATIlmu tanpa amal = bohong!Amal tanpa ilmu = sombong!Nah, ilmu yang kita miliki dan amalan yang kita jalankan harus sinergis. Tau kan, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat (ayat berapa ya??? Emm, silahkan buka kembali Al Qur’annya). Jangan hanya berdiam diri, perbanyaklah aktivitas yang bisa mendatangkan manfaat untuk masyarakat.

Jangan jadi benalu bagi sekitar kita. Tapi jadilah oase yang menyejukkan. Sosok teladan yang mampu memberi contoh dan kontribusi positif.
SIAP JADI AKHWAT TANGGUH??? CHAYO!!!“Dunia adalah perhiasan… dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholihah”“Wanita sholihah adalah bidadari surga yang turun ke dunia”

Senin, 01 September 2014

Ta’aruf…? Tapi, kok gitu sih??

Ta’aruf…? Tapi, kok gitu sih??
Undangan pernikahan online | Ta’aruf…? Tapi, kok gitu sih??

Potret remaja masa kini, dilarang pacaran larinya ke ta’aruf, tapi setelah ta’aruf sama saja kayak berpacaran.

Lantas apanya yang mau di syar’i kan kalau kelakuannya sama saja, tidak mengenal batasan dalam berbicara meski dengan dalih ta’aruf.

”Assalamualaikum ukhti, jangan lupa makan ya? ana nggak mau kalau nantijadi istri ana, ukhti kena sakit maag atau kurusan.” ana uhibbuha fillah ukhti.

SMS dikirim….

SMS diterima…

“Wa’alaikumsalam akhi, iya akhi. Insyaallah ana nggak telat makan. Makasih banget ya, masih ta’aruf aja udah diperhatikan seperti ini apalagi nanti kalau jadi istri akhi, ana pasti jadiwanita paling bahagia”.

Ehem……meni PEDE aja gitu ya, itukah yg dinamakan ta’aruf dalam islam… itukah,, itukah saudaraku???”

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dgn: “sayang…aku cinta kamu…”
Maka Taaruf berkata: “ukhti, sungguh hati ini mencintaimu karena Allah.?? “

“meski raga tak saling bertemu alias jarak jauh, tapi hati kita tetap bersatu dan bertemu”

Masya allah,, apa itu tidak termasuk zina hati namanya saudaraku. pikirannya melayang2 dipenuhi tentang si dia.Sms-sms penuh perhatian… tiap hari, tiap jam..Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari.Chatting..?? hmm.. Sarua keneh..!!!

Lalu..??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan “selimut Islami…”?? bgitukah ???

Jika pacaran yang dibicarakan adalah:”sayang…ketemuan yuk” Maka Taaruf berkata.. “ukhti…sholat tahajud yuk…??”
“ukhti, met menunaikan shalat magrib”
“shalat dhuhanya udah belum”
“qiraat qur’annya udah berapa juz nih?”

Itukah saudaraku,, itukah ???

Oke,, memang saling mengingatkan ibadah dan kebaikan itu bagus, itu memang kewajiban sesama muslim untuk amar ma’ruf nahi munkar. Tapi, coba deh lets check, sadar ga? itu artinya ibadah kita ga ikhlas, bukan semata2 ikhlas karna allah, tapi karna si DIA.(wallahu alam).

Semoga kita sadar kalau semangat ibadah tumbuh karena kehadiran seseorang adalah tanda tidak ikhlas dirinya. secara tak sengaja itu termasuk riya. namun kita tak menyadarinya. tiap detik, menit, jam, hari, pikirannya dipenuhi all about him.malah yg ada ibadah pun karna ingin terlihat sholeh oleh si DIA. (jawabannya ada pada dirimu sendiri)Astagfirullah..betapa pintarnya syetan menjerumuskan manusia, dia selalu melalukan berbagai cara apapun agar manusia masuk ke dalam perangkapnya.

Sobat, bukan maksudku mencampuri kesenangan kalian, tapi bukankah saya sebagai seorang saudara wajib untuk saling mengingatkan dalam kebenaran? Kiranya semua telah tau. Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki… Tapi kita juga tau, bahwa perhatian laki-laki, kasih sayangnya, sikap melindunginya, kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita.

Muncul pertanyaan, “Apakah Boleh pada saat Ta’aruf saling mengirim sms, saling menelepon?

Untuk jawaban pertanyaan ini, saya akan mengutarakan 2 jawaban yang berbeda dari berbagai sumber.

1. Ada yang menyatakan menelepon ataupun saling berkirim sms, hukumnya adalah mubah selama aktivitas tersebut tidak mengajak kepada kemungkaran atau kefasikan, hanya membicarakan yang seperlunyauntuk mengetahui atau mengenali calon pasangan.

2. Ada yang menyatakan saling SMS dilarang. Betapa banyak mereka yang tergelincir disebabkan fitnah komunikasi. Tak pandang bulu, baik orang awam atau para penuntut ilmu agama. Fitnah hati memang sesuatu yang sulit dikendalikan, apalagi dalam masa kesendirian. Manusia hatinya sangat lemah. Di saat itulah setan masuk. Sehingga, seseorang tidak bisaberalasan bahwa dirinya mampu menjaga hati untuk melegalkan SMS dengan calon tambatan hati.

Nah…diantara kedua jawaban tersebut maka pikirkanlah yang terbaik menurutsahabat, alangkah baiknya dihindari saja sms atau telpon demi menjaga hati, Tapi jika memang diperlukan dan mendesak serta tidak bisa melalui mahramnya maka harus tetap hati-hati, sms seperlunya saja, tidak berlebihan.

Jangan nodai cinta yang fitrah dengannafsumu yang tak terkendali karena ingin memilikinya..Jaga keimananmu dan keimanannya dan tunggulah, bersabarlah agar cinta itu berlimpah barakah.

Persiapkan dirimu untuk menjemputnya disaat yg tepat, dan mohon petunjuklah padaNya agar kau tidak salah pilihan.

Ta’aruf bukanlah pacaran yang dengannya kita jadi boleh bermesraan, bahkan setelah khitbahpun yang sudah mendekati fase pernikahan pun masih tidak dibolehkan untuk bermesra-mesraan lewat media manapun, apalagi baru sebatas ta’aruf.

Bukankah islam sudah mengatur ta’aruf syar’i yang bila dilakukan harus ada wali yang mendampingi.

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN, DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA…!

Sungguh maaf bagi yg tersinggung, saya hanya mengungkapkan realita ygterjadi di sekitarku.Saya tau orang yg faham benar tentag agama akan menjalani ta’aruf dengan benar pula.

Semoga yg sedang proses ta’aruf bisa menjalaninya sesuai dengan aturan syari’at.Ta’aruf yg dibaluti dengan kemaksiatan jelas salah dan berdosa, tapi hati-hatilah saudaraku terkadang kita tidak menyadari apa yg kita perbuat itu adalah kesalahan, jangan sampai menjebak kita dalam perangkap dan godaan, dan tetaplah berjalan dalam koridor syariat agar Allah selalu meridhoi langkah kita.

Mari perbaiki diri kita, Bukankah wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula?

Tulisan ini ambil ibrahnya aja ya, hanya ingin saling mengingatkan, diterima mangga, ga diterimapun teu sawios-wios.. jika ada salahnya mohon maaf, tolong diperbaiki dimana letak kesalahannya, jangan keburu emosi atau protes di belakang layar ya.

- tulisan ini diambil dari FP Salam Ukhuwah, Semoga bermanfaat

Rabu, 23 Juli 2014

KESALAHAN

 

Kesalahan adalah hal yang manusiawi. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa setiap umat manusia pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang paling baik di antara mereka yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang terus berupaya memperbaiki dirinya. Memang tidak mudah menjadi orang baik, karena hidup kita selalu berada dalam kekuatan tarik-menarik dua kutub; apakah kita terpuruk dalam kubangan dosa, atau kita mampu meniti jalan ilahi. Disinilah iman memainkan peranan penting sebagai kekuatan penggerak dalam kita bersikap, dan agama sebagai petunjuk hidup. Artinya, seseorang baru dapat dikatakan beragama jika dia telah dan terus menjadikan petunjuk agama sebagai lintasan untuk dia menapak kehidupan duniawi. Manusia adalah makhluk religious, yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Namun demikian, eksistensi manusia tidak statis; banyak dialektika. Manusia adalah makhluk yang terus bergelut dalam upaya "menjadi". Pada prinsipnya, manusia dibekali dengan potensi. Disebutkan dalam al-Qur'an, berbahagialah orang yang terus berupaya memproses potensi dirinya (termasuk kualitas iman) untuk menjadi lebih baik, dan celakalah orang yang terus membiarkan dirinya terjebak dalam dominasi kekuatan yang mendorong dan merongrong dirinya terus melakukan kesalahan. Ketika kesalahan adalah suatu hal yang manusiawi, tidak berarti bahwa perbuatan yang terus tenggalam ke dalam dosa menjadi sesuatu manusiawi. Jika hal ini yang terjadi, maka artinya, kita hanya mewarisi dan mengembangkan potensi iblis (hawa nafsu=keburukan) saja dalam proses keseharian kita. Sebagai makhluk yang religious, pada saat itulah "spirit ilahiah" diharapkan dapat membisikan nuansa nilai-nilai kebaikan ke dalam hati nurani kita. Betul bertobat bukan hal yang gampang, tetapi bukan berarti tobat itu sesuatu yang mustahil. Bahkan upaya diri untuk menjadikan yang lebih baik juga tidak mudah. Lalu kalau begitu apa kiat sederhana untuk sukses dalam bertobat. Berikut refleksi pemahaman saya. Pertama; tidak orang ada yang dapat menjanjikan keberhasilan tobat orang lain, karena tobat pada inti perjanjian seseorang dengan dirinya sendiri dan Allah bahwa dia tidak akan lagi melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Karena tobat adalah persoalan hati yang paling dalam dan berkisar pada tataran nurani-abstrak, maka kontrol internal (iman) adalah sebagai palang pintu dan kekuatan yang dapat dimobilisasi untuk proses tobat. Artinya, keberhasilan tobat hanya dapat ditentukan oleh KEMAMPUAN IMAN KITA DALAM MENGHADIRKAN ALLAH secara total sebagai Dzat yang selalu mengawasi tingkah laku bahkan niatan kita. Ingat! satu ciri orang bertaqwa adalah kesadarannya bahwa dia tidak pernah lupa kepada Allah, di mana, kapan dan dalam keadaaan apa saja. Saya yakin bahwa jika kita mampu menghadirkan Allah dalam kesadaran iman sebagai "Teman" menuju kebaikan, maka kita pasti akan selalu hati-hati dalam bertindak. Kedua, di atas saya telah katakan bahwa tobat bermuara pada keingingan keras hati nurani untuk melawan segala kebobrokan yang pernah kita lakukan. Oleh sebab itu, kiat kedua, setiap kali kita mau melakukan sesuatu, coba jadikan hati nurani kita sebagai sumber kekuatan dan "kebenaran". Bukankah saidina Ali pernah berpesan agar kita selalu meminta fatwa hati nurani? Saya yakin bahwa tobat akan berhasil dan terasa mudah jika kita mampu menghadirkan Allah selalu dalam kesadaran iman kita, dan menjadikannya sebagai kekuatan nurani untuk membimbingkan ke arah yang benar. Terakhir saya perlu menegaskan bahwa tobat sangat bersifat pribadi. Oleh sebab itu, tegaskan dalam hati saudara bahwa keberhasilan tobat hanya ditentukan diri saudara sendiri. Karena untuk menjadi orang baik adalah tidak mudah, maka kita perlu selalu ingat "Hidup ini adalah perjuangan dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita".

Kamis, 03 Juli 2014

SESUNGGUHNYA KEMATIAN ITU SANGATLAH DEKAT

”Dan,Jikalau Tuhanmu menghendaki,tentulah beriman semua orang yang dimuka bumi seluruhnya.Maka ,apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman seluruhnya ?Dan,tidk ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” QS.Yunus: 99-100

Bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah lalu mengimaninya dengan benar sampai ajal menjemput itulah keselamatan dan kunci untuk membuka pintu syurga.Namun keimanan itu tidak semuanya dapat dimiliki oleh manusia,kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.karena usaha dan kerjakerasnya dalam mencari kebenaran yang hakiki.Dengan akal ia kerahkan seluruh potensinya menuju hidayah Allah SWT.

”Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (didunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat.” HR.At-Tirmidzi dan Baihaqi

Berbuat baik dan buruk diserahkan langsung kepada seluruh hamba-hambanya.Silahkan lakukan apa yang menjadi keinginan hawa nafsumu.Menumpuk-numpuk harta,tidak mau bershadaqah,korupsi,memfitnah,merampok,membunuh dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya.Jangan sia-siakan sisa umur yang masih ada dengan perbuatan dosa besar diatas.Hanya karena mencari harta,diri kita melupakan Allah SWT.sang Maha pemberi rizki.Wajah kita nampak cepat tua karena kelelahan,fisik cepat melemah karena tidak pernah beribadah.Maka selagi masih hidup didunia ini banyak-banyaklah beramal agar Allah menambahkan umur kita dalam keberkahan-Nya.

”Tidak ada sesuatupun yang dapat menolak takdir kecuali do’a,dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan.Sesungguhnya seseorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” HR.At-Tirmidzi dan Al Hakim


Kita perlu ingat umur umat nabi Muhammad itu tidak panjang,maka bersiap-siaplah jika umur kita sudah diatas lima puluh tahun,jangankan yang sudah berumur anak kecil umur yang masih berumur 1tahun,2tahun,3tahun bahkan bayi yang bru saja dilahirkan saja bisa menghadapi kematian,seperti adik kecilku alm.AHZA HANIV ADIK KE 2 KU YANG MENINGGAL DUNIA SAAT BARU SAJA DI LAHIRKAN, Semoga engkau menjadi penolong ayah dan ibu di surga adik ku sayang... Pertanda bahwa kematian itu sudah sangat dekat.Dengan ciri-ciri rambut sudah mulai tumbuh uban,badan sudah mulai melemah,wajah sudah nampak berkeriput,kepuasan duniawi sudah banyak terpenuhi.Walaupun kita mengakui kematian itu adalah rahasia Allah SWT.,tidak tua dan tidak muda,namun pada umumnya kematian itu banyak mendekati orang-orang yang sudah tua.Marilah banyak beramal selagi kita masih hidup didunia ini.Dengan meninggalkan anak-anak yang shalih,ilmu yang bermanfa’at dan amal-amal yang penuh ridha Allah SWT.

”Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan.Dia menanti-nanti do’a ayah,ibu anak dan kawan yang terpercaya.Apabila do’a itu sampai kepadanya,baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do’a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung.Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” HR.Ad Dailami

Perbuatan-perbuatan baik,berdo’a,beramal ma’ruf nahi munkar, bila kita lakukan dengan ihsan dan niat ikhlas karena Allah SWT.maka bisa menghapus dan mengalahkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.

Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra.berkata,”Tolaklah perbuatan –perbuatan buruk yang telah berlalu dengan perbuatan-perbuatan beru,karena sekalipun salah seorang dari kalian telah berbuat keburukan seluas antara langit dan bumi,kemudian melakukan suatu kebaikan,maka kebaikan tersebut akan mengatasi keburukan lalu mengalahkannya.”

Seruan Hasan Al Bana rahimahullah,Kembalilah kepada Islam,wahai orang-orang yang bingung dalam mengarungi kehidupan dan orang-orang yang tersesat dalam kegelapan malam.Kembalilah kepada Islam,wahai orang orang yang ingin menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka.”
Kembali kepada Islam merupakan suatu keharusan.Karena dengan kembali kepada jalan-Nya insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang diridhaiNya.Kesabaran dalam mengarungi jalan Islam harus menjadi salah satu pondasi yang kuat.Demi mulusnya ujian-ujian dari Allah SWT.

Rasulullah SAW.bersabda: ”Allah menguji hambanya dengan musibah sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan api.Ada yang keluar emas murni dan itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan.Ada yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah orang yang selalu ragu.ada yang keluar seperti emas hitam dan itulah orang yang benar-benar ditimpa fitnah (musibah).” HR.At-Thabrani

Saudaraku jika ajal (kematian) itu sudah dekat ,mau apa lagi kita didunia ini kalau tidak beribadah dan hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.Ada seorang ulama yang mengatakan: ”Hati yang mendapat nur ilahi adalah yang selalu mengingat kehidupan akherat,tidak terlalu mencintai kehidupan dunia,dan selalu menyiapkan diri menghadapi kematian.”
Dengan keimanan yang teguh,kesabaran,dan shalat,Anda dapat menciptakan mukjizat-mukjizat.Saudaraku sesungguhnya segala masalah atau problem yang kita rasakan dan alami adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.Kita berani berbuat maksiat berarti kita harus berani menanggung dosa dan akibatnya.

Rasulullah SAW.bersabda: ”Berbagai masalah (problem) timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat.” (al-Hadits)

Wahai saudaraku marilah kita menjadi orang-orang yang bersih lahir dan batin.Agar kapanpun malaikat Ijrail datang menjemput kita ,maka kita selalu siap.Bersihkan harta benda yang ada dirumah kita,dari harta benda yang haram,yang mungkin pernah kita ambil secara tidak benar (korupsi atau mencuri).Karena untuk menuju kepada syurga dan ridha Allah harus dimiliki oleh orang-orang yang bersih lahir dan batinnya,yang tidak ada masalah dan permusuhan dengan orang lain.Seorang arif bijak mengatakan: ”Tujuan yang baik dan mulia harus disertai sarana yang baik dan mulia pula.Sarana tidak akan menjadi baik dan mulia apabila tujuannya buruk dan hina.”
Ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah SWT.sangat pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.Allah tidak memaksakan kepada hambanya untuk beribadah diluar kemampuannya. Rasulullah SAW.bersabda: ”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan.Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri yang jemu.”HR.Bukhari

Marilah kita renungkan nasehat Imam Syafi’i,beliau berkata: ”Tiap pagi aku dituntut delapan perkara,

1)dituntut Allah untuk melaksanakan yang fardhu,

2)dituntut Rasulullah SAW. Untuk mengamalkan sunnah,

3)dituntut zaman untuk mengikuti perubahan-perubahannya,

4)dituntut keluarga untuk memenuhi nafkah,

5)dituntut lidah untuk menjaga pembicaraan,

6)dituntut syetan untuk berbuat maksiat,

7)dituntut nafsu untuk mengikuti syahwat,

8)dituntut Malakul Maut untuk direnggut nyawaku.”
Saudaraku,marilah kita berbenah diri ,menata amal-amal kita untuk persiapan kelak diakherat nanti.Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang menyesal.Sebab penyesalan setelah kematian adalah seburuk-buruk penyesalan.Jadilah didunia yang hidup hanya sementara ini,menjadi seorang mu’min yang bermanfa’at bagi orang lain.Selalu berbuat baik,menyenangkan dalam pergaulan,mudah tersenyum dan tidak merugikan dan menyusahakan saudaranya sesama muslim.Kapan lagi kita beramal kalau tidak kita mulai dari sekarang!?... Wallahu’alam bi shawwab!