Kesalahan adalah hal yang manusiawi. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa setiap umat manusia pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang paling baik di antara mereka yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang terus berupaya memperbaiki dirinya. Memang tidak mudah menjadi orang baik, karena hidup kita selalu berada dalam kekuatan tarik-menarik dua kutub; apakah kita terpuruk dalam kubangan dosa, atau kita mampu meniti jalan ilahi. Disinilah iman memainkan peranan penting sebagai kekuatan penggerak dalam kita bersikap, dan agama sebagai petunjuk hidup. Artinya, seseorang baru dapat dikatakan beragama jika dia telah dan terus menjadikan petunjuk agama sebagai lintasan untuk dia menapak kehidupan duniawi. Manusia adalah makhluk religious, yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Namun demikian, eksistensi manusia tidak statis; banyak dialektika. Manusia adalah makhluk yang terus bergelut dalam upaya "menjadi". Pada prinsipnya, manusia dibekali dengan potensi. Disebutkan dalam al-Qur'an, berbahagialah orang yang terus berupaya memproses potensi dirinya (termasuk kualitas iman) untuk menjadi lebih baik, dan celakalah orang yang terus membiarkan dirinya terjebak dalam dominasi kekuatan yang mendorong dan merongrong dirinya terus melakukan kesalahan. Ketika kesalahan adalah suatu hal yang manusiawi, tidak berarti bahwa perbuatan yang terus tenggalam ke dalam dosa menjadi sesuatu manusiawi. Jika hal ini yang terjadi, maka artinya, kita hanya mewarisi dan mengembangkan potensi iblis (hawa nafsu=keburukan) saja dalam proses keseharian kita. Sebagai makhluk yang religious, pada saat itulah "spirit ilahiah" diharapkan dapat membisikan nuansa nilai-nilai kebaikan ke dalam hati nurani kita. Betul bertobat bukan hal yang gampang, tetapi bukan berarti tobat itu sesuatu yang mustahil. Bahkan upaya diri untuk menjadikan yang lebih baik juga tidak mudah. Lalu kalau begitu apa kiat sederhana untuk sukses dalam bertobat. Berikut refleksi pemahaman saya. Pertama; tidak orang ada yang dapat menjanjikan keberhasilan tobat orang lain, karena tobat pada inti perjanjian seseorang dengan dirinya sendiri dan Allah bahwa dia tidak akan lagi melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Karena tobat adalah persoalan hati yang paling dalam dan berkisar pada tataran nurani-abstrak, maka kontrol internal (iman) adalah sebagai palang pintu dan kekuatan yang dapat dimobilisasi untuk proses tobat. Artinya, keberhasilan tobat hanya dapat ditentukan oleh KEMAMPUAN IMAN KITA DALAM MENGHADIRKAN ALLAH secara total sebagai Dzat yang selalu mengawasi tingkah laku bahkan niatan kita. Ingat! satu ciri orang bertaqwa adalah kesadarannya bahwa dia tidak pernah lupa kepada Allah, di mana, kapan dan dalam keadaaan apa saja. Saya yakin bahwa jika kita mampu menghadirkan Allah dalam kesadaran iman sebagai "Teman" menuju kebaikan, maka kita pasti akan selalu hati-hati dalam bertindak. Kedua, di atas saya telah katakan bahwa tobat bermuara pada keingingan keras hati nurani untuk melawan segala kebobrokan yang pernah kita lakukan. Oleh sebab itu, kiat kedua, setiap kali kita mau melakukan sesuatu, coba jadikan hati nurani kita sebagai sumber kekuatan dan "kebenaran". Bukankah saidina Ali pernah berpesan agar kita selalu meminta fatwa hati nurani? Saya yakin bahwa tobat akan berhasil dan terasa mudah jika kita mampu menghadirkan Allah selalu dalam kesadaran iman kita, dan menjadikannya sebagai kekuatan nurani untuk membimbingkan ke arah yang benar. Terakhir saya perlu menegaskan bahwa tobat sangat bersifat pribadi. Oleh sebab itu, tegaskan dalam hati saudara bahwa keberhasilan tobat hanya ditentukan diri saudara sendiri. Karena untuk menjadi orang baik adalah tidak mudah, maka kita perlu selalu ingat "Hidup ini adalah perjuangan dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita".
Rabu, 23 Juli 2014
KESALAHAN
Kesalahan adalah hal yang manusiawi. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa setiap umat manusia pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang paling baik di antara mereka yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang terus berupaya memperbaiki dirinya. Memang tidak mudah menjadi orang baik, karena hidup kita selalu berada dalam kekuatan tarik-menarik dua kutub; apakah kita terpuruk dalam kubangan dosa, atau kita mampu meniti jalan ilahi. Disinilah iman memainkan peranan penting sebagai kekuatan penggerak dalam kita bersikap, dan agama sebagai petunjuk hidup. Artinya, seseorang baru dapat dikatakan beragama jika dia telah dan terus menjadikan petunjuk agama sebagai lintasan untuk dia menapak kehidupan duniawi. Manusia adalah makhluk religious, yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Namun demikian, eksistensi manusia tidak statis; banyak dialektika. Manusia adalah makhluk yang terus bergelut dalam upaya "menjadi". Pada prinsipnya, manusia dibekali dengan potensi. Disebutkan dalam al-Qur'an, berbahagialah orang yang terus berupaya memproses potensi dirinya (termasuk kualitas iman) untuk menjadi lebih baik, dan celakalah orang yang terus membiarkan dirinya terjebak dalam dominasi kekuatan yang mendorong dan merongrong dirinya terus melakukan kesalahan. Ketika kesalahan adalah suatu hal yang manusiawi, tidak berarti bahwa perbuatan yang terus tenggalam ke dalam dosa menjadi sesuatu manusiawi. Jika hal ini yang terjadi, maka artinya, kita hanya mewarisi dan mengembangkan potensi iblis (hawa nafsu=keburukan) saja dalam proses keseharian kita. Sebagai makhluk yang religious, pada saat itulah "spirit ilahiah" diharapkan dapat membisikan nuansa nilai-nilai kebaikan ke dalam hati nurani kita. Betul bertobat bukan hal yang gampang, tetapi bukan berarti tobat itu sesuatu yang mustahil. Bahkan upaya diri untuk menjadikan yang lebih baik juga tidak mudah. Lalu kalau begitu apa kiat sederhana untuk sukses dalam bertobat. Berikut refleksi pemahaman saya. Pertama; tidak orang ada yang dapat menjanjikan keberhasilan tobat orang lain, karena tobat pada inti perjanjian seseorang dengan dirinya sendiri dan Allah bahwa dia tidak akan lagi melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Karena tobat adalah persoalan hati yang paling dalam dan berkisar pada tataran nurani-abstrak, maka kontrol internal (iman) adalah sebagai palang pintu dan kekuatan yang dapat dimobilisasi untuk proses tobat. Artinya, keberhasilan tobat hanya dapat ditentukan oleh KEMAMPUAN IMAN KITA DALAM MENGHADIRKAN ALLAH secara total sebagai Dzat yang selalu mengawasi tingkah laku bahkan niatan kita. Ingat! satu ciri orang bertaqwa adalah kesadarannya bahwa dia tidak pernah lupa kepada Allah, di mana, kapan dan dalam keadaaan apa saja. Saya yakin bahwa jika kita mampu menghadirkan Allah dalam kesadaran iman sebagai "Teman" menuju kebaikan, maka kita pasti akan selalu hati-hati dalam bertindak. Kedua, di atas saya telah katakan bahwa tobat bermuara pada keingingan keras hati nurani untuk melawan segala kebobrokan yang pernah kita lakukan. Oleh sebab itu, kiat kedua, setiap kali kita mau melakukan sesuatu, coba jadikan hati nurani kita sebagai sumber kekuatan dan "kebenaran". Bukankah saidina Ali pernah berpesan agar kita selalu meminta fatwa hati nurani? Saya yakin bahwa tobat akan berhasil dan terasa mudah jika kita mampu menghadirkan Allah selalu dalam kesadaran iman kita, dan menjadikannya sebagai kekuatan nurani untuk membimbingkan ke arah yang benar. Terakhir saya perlu menegaskan bahwa tobat sangat bersifat pribadi. Oleh sebab itu, tegaskan dalam hati saudara bahwa keberhasilan tobat hanya ditentukan diri saudara sendiri. Karena untuk menjadi orang baik adalah tidak mudah, maka kita perlu selalu ingat "Hidup ini adalah perjuangan dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita".
Kamis, 03 Juli 2014
SESUNGGUHNYA KEMATIAN ITU SANGATLAH DEKAT
”Dan,Jikalau Tuhanmu menghendaki,tentulah beriman semua orang yang dimuka bumi seluruhnya.Maka ,apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman seluruhnya ?Dan,tidk ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” QS.Yunus: 99-100
Bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah lalu mengimaninya dengan benar sampai ajal menjemput itulah keselamatan dan kunci untuk membuka pintu syurga.Namun keimanan itu tidak semuanya dapat dimiliki oleh manusia,kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.karena usaha dan kerjakerasnya dalam mencari kebenaran yang hakiki.Dengan akal ia kerahkan seluruh potensinya menuju hidayah Allah SWT.
”Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (didunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat.” HR.At-Tirmidzi dan Baihaqi
Berbuat baik dan buruk diserahkan langsung kepada seluruh hamba-hambanya.Silahkan lakukan apa yang menjadi keinginan hawa nafsumu.Menumpuk-numpuk harta,tidak mau bershadaqah,korupsi,memfitnah,merampok,membunuh dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya.Jangan sia-siakan sisa umur yang masih ada dengan perbuatan dosa besar diatas.Hanya karena mencari harta,diri kita melupakan Allah SWT.sang Maha pemberi rizki.Wajah kita nampak cepat tua karena kelelahan,fisik cepat melemah karena tidak pernah beribadah.Maka selagi masih hidup didunia ini banyak-banyaklah beramal agar Allah menambahkan umur kita dalam keberkahan-Nya.
”Tidak ada sesuatupun yang dapat menolak takdir kecuali do’a,dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan.Sesungguhnya seseorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” HR.At-Tirmidzi dan Al Hakim
Bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah lalu mengimaninya dengan benar sampai ajal menjemput itulah keselamatan dan kunci untuk membuka pintu syurga.Namun keimanan itu tidak semuanya dapat dimiliki oleh manusia,kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.karena usaha dan kerjakerasnya dalam mencari kebenaran yang hakiki.Dengan akal ia kerahkan seluruh potensinya menuju hidayah Allah SWT.
”Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (didunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat.” HR.At-Tirmidzi dan Baihaqi
Berbuat baik dan buruk diserahkan langsung kepada seluruh hamba-hambanya.Silahkan lakukan apa yang menjadi keinginan hawa nafsumu.Menumpuk-numpuk harta,tidak mau bershadaqah,korupsi,memfitnah,merampok,membunuh dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya.Jangan sia-siakan sisa umur yang masih ada dengan perbuatan dosa besar diatas.Hanya karena mencari harta,diri kita melupakan Allah SWT.sang Maha pemberi rizki.Wajah kita nampak cepat tua karena kelelahan,fisik cepat melemah karena tidak pernah beribadah.Maka selagi masih hidup didunia ini banyak-banyaklah beramal agar Allah menambahkan umur kita dalam keberkahan-Nya.
”Tidak ada sesuatupun yang dapat menolak takdir kecuali do’a,dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan.Sesungguhnya seseorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” HR.At-Tirmidzi dan Al Hakim
Kita perlu ingat umur umat nabi Muhammad itu tidak panjang,maka bersiap-siaplah jika umur kita sudah diatas lima puluh tahun,jangankan yang sudah berumur anak kecil umur yang masih berumur 1tahun,2tahun,3tahun bahkan bayi yang bru saja dilahirkan saja bisa menghadapi kematian,seperti adik kecilku alm.AHZA HANIV ADIK KE 2 KU YANG MENINGGAL DUNIA SAAT BARU SAJA DI LAHIRKAN, Semoga engkau menjadi penolong ayah dan ibu di surga adik ku sayang... Pertanda bahwa kematian itu sudah sangat dekat.Dengan ciri-ciri rambut sudah mulai tumbuh uban,badan sudah mulai melemah,wajah sudah nampak berkeriput,kepuasan duniawi sudah banyak terpenuhi.Walaupun kita mengakui kematian itu adalah rahasia Allah SWT.,tidak tua dan tidak muda,namun pada umumnya kematian itu banyak mendekati orang-orang yang sudah tua.Marilah banyak beramal selagi kita masih hidup didunia ini.Dengan meninggalkan anak-anak yang shalih,ilmu yang bermanfa’at dan amal-amal yang penuh ridha Allah SWT.
”Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan.Dia menanti-nanti do’a ayah,ibu anak dan kawan yang terpercaya.Apabila do’a itu sampai kepadanya,baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do’a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung.Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” HR.Ad Dailami
Perbuatan-perbuatan baik,berdo’a,beramal ma’ruf nahi munkar, bila kita lakukan dengan ihsan dan niat ikhlas karena Allah SWT.maka bisa menghapus dan mengalahkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra.berkata,”Tolaklah perbuatan –perbuatan buruk yang telah berlalu dengan perbuatan-perbuatan beru,karena sekalipun salah seorang dari kalian telah berbuat keburukan seluas antara langit dan bumi,kemudian melakukan suatu kebaikan,maka kebaikan tersebut akan mengatasi keburukan lalu mengalahkannya.”
Seruan Hasan Al Bana rahimahullah,”Kembalilah kepada Islam,wahai orang-orang yang bingung dalam mengarungi kehidupan dan orang-orang yang tersesat dalam kegelapan malam.Kembalilah kepada Islam,wahai orang orang yang ingin menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka.”
Kembali kepada Islam merupakan suatu keharusan.Karena dengan kembali kepada jalan-Nya insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang diridhaiNya.Kesabaran dalam mengarungi jalan Islam harus menjadi salah satu pondasi yang kuat.Demi mulusnya ujian-ujian dari Allah SWT.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Allah menguji hambanya dengan musibah sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan api.Ada yang keluar emas murni dan itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan.Ada yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah orang yang selalu ragu.ada yang keluar seperti emas hitam dan itulah orang yang benar-benar ditimpa fitnah (musibah).” HR.At-Thabrani
Saudaraku jika ajal (kematian) itu sudah dekat ,mau apa lagi kita didunia ini kalau tidak beribadah dan hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.Ada seorang ulama yang mengatakan: ”Hati yang mendapat nur ilahi adalah yang selalu mengingat kehidupan akherat,tidak terlalu mencintai kehidupan dunia,dan selalu menyiapkan diri menghadapi kematian.”
Dengan keimanan yang teguh,kesabaran,dan shalat,Anda dapat menciptakan mukjizat-mukjizat.Saudaraku sesungguhnya segala masalah atau problem yang kita rasakan dan alami adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.Kita berani berbuat maksiat berarti kita harus berani menanggung dosa dan akibatnya.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Berbagai masalah (problem) timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat.” (al-Hadits)
Wahai saudaraku marilah kita menjadi orang-orang yang bersih lahir dan batin.Agar kapanpun malaikat Ijrail datang menjemput kita ,maka kita selalu siap.Bersihkan harta benda yang ada dirumah kita,dari harta benda yang haram,yang mungkin pernah kita ambil secara tidak benar (korupsi atau mencuri).Karena untuk menuju kepada syurga dan ridha Allah harus dimiliki oleh orang-orang yang bersih lahir dan batinnya,yang tidak ada masalah dan permusuhan dengan orang lain.Seorang arif bijak mengatakan: ”Tujuan yang baik dan mulia harus disertai sarana yang baik dan mulia pula.Sarana tidak akan menjadi baik dan mulia apabila tujuannya buruk dan hina.”
Ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah SWT.sangat pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.Allah tidak memaksakan kepada hambanya untuk beribadah diluar kemampuannya. Rasulullah SAW.bersabda: ”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan.Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri yang jemu.”HR.Bukhari
Marilah kita renungkan nasehat Imam Syafi’i,beliau berkata: ”Tiap pagi aku dituntut delapan perkara,
”Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan.Dia menanti-nanti do’a ayah,ibu anak dan kawan yang terpercaya.Apabila do’a itu sampai kepadanya,baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do’a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung.Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” HR.Ad Dailami
Perbuatan-perbuatan baik,berdo’a,beramal ma’ruf nahi munkar, bila kita lakukan dengan ihsan dan niat ikhlas karena Allah SWT.maka bisa menghapus dan mengalahkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra.berkata,”Tolaklah perbuatan –perbuatan buruk yang telah berlalu dengan perbuatan-perbuatan beru,karena sekalipun salah seorang dari kalian telah berbuat keburukan seluas antara langit dan bumi,kemudian melakukan suatu kebaikan,maka kebaikan tersebut akan mengatasi keburukan lalu mengalahkannya.”
Seruan Hasan Al Bana rahimahullah,”Kembalilah kepada Islam,wahai orang-orang yang bingung dalam mengarungi kehidupan dan orang-orang yang tersesat dalam kegelapan malam.Kembalilah kepada Islam,wahai orang orang yang ingin menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka.”
Kembali kepada Islam merupakan suatu keharusan.Karena dengan kembali kepada jalan-Nya insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang diridhaiNya.Kesabaran dalam mengarungi jalan Islam harus menjadi salah satu pondasi yang kuat.Demi mulusnya ujian-ujian dari Allah SWT.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Allah menguji hambanya dengan musibah sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan api.Ada yang keluar emas murni dan itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan.Ada yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah orang yang selalu ragu.ada yang keluar seperti emas hitam dan itulah orang yang benar-benar ditimpa fitnah (musibah).” HR.At-Thabrani
Saudaraku jika ajal (kematian) itu sudah dekat ,mau apa lagi kita didunia ini kalau tidak beribadah dan hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.Ada seorang ulama yang mengatakan: ”Hati yang mendapat nur ilahi adalah yang selalu mengingat kehidupan akherat,tidak terlalu mencintai kehidupan dunia,dan selalu menyiapkan diri menghadapi kematian.”
Dengan keimanan yang teguh,kesabaran,dan shalat,Anda dapat menciptakan mukjizat-mukjizat.Saudaraku sesungguhnya segala masalah atau problem yang kita rasakan dan alami adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.Kita berani berbuat maksiat berarti kita harus berani menanggung dosa dan akibatnya.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Berbagai masalah (problem) timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat.” (al-Hadits)
Wahai saudaraku marilah kita menjadi orang-orang yang bersih lahir dan batin.Agar kapanpun malaikat Ijrail datang menjemput kita ,maka kita selalu siap.Bersihkan harta benda yang ada dirumah kita,dari harta benda yang haram,yang mungkin pernah kita ambil secara tidak benar (korupsi atau mencuri).Karena untuk menuju kepada syurga dan ridha Allah harus dimiliki oleh orang-orang yang bersih lahir dan batinnya,yang tidak ada masalah dan permusuhan dengan orang lain.Seorang arif bijak mengatakan: ”Tujuan yang baik dan mulia harus disertai sarana yang baik dan mulia pula.Sarana tidak akan menjadi baik dan mulia apabila tujuannya buruk dan hina.”
Ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah SWT.sangat pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.Allah tidak memaksakan kepada hambanya untuk beribadah diluar kemampuannya. Rasulullah SAW.bersabda: ”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan.Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri yang jemu.”HR.Bukhari
Marilah kita renungkan nasehat Imam Syafi’i,beliau berkata: ”Tiap pagi aku dituntut delapan perkara,
1)dituntut Allah untuk melaksanakan yang fardhu,
2)dituntut Rasulullah SAW. Untuk mengamalkan sunnah,
3)dituntut zaman untuk mengikuti perubahan-perubahannya,
4)dituntut keluarga untuk memenuhi nafkah,
5)dituntut lidah untuk menjaga pembicaraan,
6)dituntut syetan untuk berbuat maksiat,
7)dituntut nafsu untuk mengikuti syahwat,
8)dituntut Malakul Maut untuk direnggut nyawaku.”
Saudaraku,marilah kita berbenah diri ,menata amal-amal kita untuk persiapan kelak diakherat nanti.Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang menyesal.Sebab penyesalan setelah kematian adalah seburuk-buruk penyesalan.Jadilah didunia yang hidup hanya sementara ini,menjadi seorang mu’min yang bermanfa’at bagi orang lain.Selalu berbuat baik,menyenangkan dalam pergaulan,mudah tersenyum dan tidak merugikan dan menyusahakan saudaranya sesama muslim.Kapan lagi kita beramal kalau tidak kita mulai dari sekarang!?... Wallahu’alam bi shawwab!
Saudaraku,marilah kita berbenah diri ,menata amal-amal kita untuk persiapan kelak diakherat nanti.Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang menyesal.Sebab penyesalan setelah kematian adalah seburuk-buruk penyesalan.Jadilah didunia yang hidup hanya sementara ini,menjadi seorang mu’min yang bermanfa’at bagi orang lain.Selalu berbuat baik,menyenangkan dalam pergaulan,mudah tersenyum dan tidak merugikan dan menyusahakan saudaranya sesama muslim.Kapan lagi kita beramal kalau tidak kita mulai dari sekarang!?... Wallahu’alam bi shawwab!
Rabu, 02 Juli 2014
10 Hikmah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan

10 Hikmah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan – Ibadah puasa Ramadhan memiliki banyak keutamaan, dan diantara keutamaan tersebut sebagian besar manfaat/hikmahnya merupakan untuk diri kita sendiri.
Hikmah berpuasa yang kita dapatkan ini tentunya berkaitan erat dengan amalan puasa yang kita jalani dan tentunya amalan pada puasa ramadhan bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, melainkan juga menjalankan amalan ibadah Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, Itikaf, Silaturahmi, Menghindari diri dari yang haram, dan banyak lagi.
Maka dari itu, agar lebih termotivasi dalam menyempurnakan puasa tahun 2013 ini, kami sajikan untuk Anda 10 hikmah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang dikutip dari berbagai sumber, selamat menyimak.
- Melatih Disiplin Waktu – Untuk menghasilkan puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup, hal ini membuat kita tidur lebih teratur demi lancarnya puasa. Bangun untuk makan sahur dipagi hari juga melatih kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk mendapatkan rejeki (makanan).
- Keseimbangan dalam Hidup – Pada hakikatnya kita adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain kita sering melupakan kewajiban kita. Pada bulan puasa ini kita terlatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipatgandakan.
- Mempererat Silaturahmi – Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.
- Lebih Perduli Pada Sesama – Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.
- Tahu Bahwa Ibadah Memiliki Tujuan – Tujuan puasa adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.
- Tiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah – Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.
- Berhati-hati Dalam Berbuat – Puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari keharaman mata, telinga, perkataan dan perbuatan. atihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.
- Berlatih Lebih Tabah – Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa.
- Melatih Hidup Sederhana – Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja.
- Melatih Untuk Bersyukur – Dengan memakan hanya ada saat berbuka, kita menjadi lebih mensykuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.
Keutamaan-Keutamaan Bulan Ramadhan
Sungguh adalah merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa, karena saat kita semuanya muslim mulai memasuki dan berada di bulan Ramadhan 1435 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman, untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa), dengan tujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.
Karena memang tujuan dari berpuasa adalah menjadi orang-orang yang bertakwa. Di dalam dunia kesehatan dan medis manfaat puasa bagi kesehatan juga telah dibuktikan secara nyata oleh kaum muslim yang menjalankannya. Baca lebih lengkap lagi mengenal hal ini di dalam tulisan berikut ini : Manfaat Tujuan Hikmah Puasa di dalam tinjauan kesehatan pula.
Berikut beberapa hikmah manfaat bulan Ramadhan antara lain adalah sebagai berikut :
Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur'an
Ramadhan merupakan syahrul Quran (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman yang artinya : "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185).
Di ayat lain Allah Swt berfirman yang artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar” (QS. Al-Qadar: 1). Dan banyak ayat lainnya yang menerangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama syahrul quran (bulan Al-Quran).
Pada setiap bulan Ramadhan pula Rasulullah SAW selalu bertadarus (berinteraksi) dengan Al-Quran dengan Jibril as, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas r.a (HR. Bukhari). Maka, pada bulan Ramadhan ini kita digalakkan untuk memperbanyak amalan ibadah antara lain dengan berinteraksi dengan Al-Quran, dengan cara membacanya, memahami dan mentadabburi maknanya, menghafal dan mempelajarinya, serta mengamalkannya.
Bulan Penuh Keberkahan
Bulan ini disebut juga dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini adalah berdasarkan pada dalil hadist Nabi Rasulullah SAW yang artinya :"Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian.." (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). Dan juga abahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.
Rasulullah saw bersabda yang artinya : "Setiap amal yang dilakukan oleh anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Swt berfirman : "Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. Karena sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku" (HR. Muslim). Inlah yang dimaksud denganpahala puasa ramadhan berdasarkan pada hadist nabi Muhammad SAW.
Dan di dalam bulan penuh kemuliaan dan keberkahan ini maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Puasa ditinjau dari aspek ekonomi, maka Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan ini seorang muslim sangat digalakkan dan disunnah untuk berinfaq dan bersedekah di bulan ramadhan kepada mereka. Bahkan diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mereka.
Malam Lailatul Qodar
Kemuliaan bulan ramadhan salah satunya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan ramadhan yaitu malam lailatul qodar. Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya :"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan inilah yang masuk dalam bagian keutamaan 10 hari terakhir ramadhan dan lailatul qodar. Lailatul Qadar adalah malam yang agung. Malam penuh kemuliaan. Ibadah di dalamnya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Siapa yang mendapatkan kemuliaannya sungguh ia manusia beruntung dan dirahmati. Sebaliknya, siapa yang luput dari kebaikan di dalamnya, sungguh ia termasuk manusia buntung dan merugi.
Bulan Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa Maghfirah
Allah Ta'ala menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa selama kita menjauhi dosa besar. Nabi saw bersabda yang artinya : ”Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim).
Melalui berbagai aktifitas ibadah di bulan Ramadhan Allah Swt menghapuskan dosa kita. Di antaranya adalah puasa Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya : "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari dan Muslim).
Begitu pula dengan melakukan shalat malam (tarawih, witir dan tahajud) pada bulan Ramadhan dapat menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya : "Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ramadhan Pintu Surga Dibuka Pintu Neraka Ditutup
keberkahan kemuliaan di dalam bulan Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta'ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan.
Syetan pun tidak diberi kesempatan untuk mengoda dan menyesatkan manusia. Rasulullah saw bersabda yang artinya : "Apabila masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syetan-syetan pun dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka pada bulan ini kita digalakkan untukmemperbanyak ibadah sunnat dan amal shalih, agar kita dapat masuk surga.
Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan tersebut di atas, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih. Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya aamiin...aamiin.
Langganan:
Komentar (Atom)


