Bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah lalu mengimaninya dengan benar sampai ajal menjemput itulah keselamatan dan kunci untuk membuka pintu syurga.Namun keimanan itu tidak semuanya dapat dimiliki oleh manusia,kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.karena usaha dan kerjakerasnya dalam mencari kebenaran yang hakiki.Dengan akal ia kerahkan seluruh potensinya menuju hidayah Allah SWT.
”Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (didunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat.” HR.At-Tirmidzi dan Baihaqi
Berbuat baik dan buruk diserahkan langsung kepada seluruh hamba-hambanya.Silahkan lakukan apa yang menjadi keinginan hawa nafsumu.Menumpuk-numpuk harta,tidak mau bershadaqah,korupsi,memfitnah,merampok,membunuh dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya.Jangan sia-siakan sisa umur yang masih ada dengan perbuatan dosa besar diatas.Hanya karena mencari harta,diri kita melupakan Allah SWT.sang Maha pemberi rizki.Wajah kita nampak cepat tua karena kelelahan,fisik cepat melemah karena tidak pernah beribadah.Maka selagi masih hidup didunia ini banyak-banyaklah beramal agar Allah menambahkan umur kita dalam keberkahan-Nya.
”Tidak ada sesuatupun yang dapat menolak takdir kecuali do’a,dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan.Sesungguhnya seseorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” HR.At-Tirmidzi dan Al Hakim
Kita perlu ingat umur umat nabi Muhammad itu tidak panjang,maka bersiap-siaplah jika umur kita sudah diatas lima puluh tahun,jangankan yang sudah berumur anak kecil umur yang masih berumur 1tahun,2tahun,3tahun bahkan bayi yang bru saja dilahirkan saja bisa menghadapi kematian,seperti adik kecilku alm.AHZA HANIV ADIK KE 2 KU YANG MENINGGAL DUNIA SAAT BARU SAJA DI LAHIRKAN, Semoga engkau menjadi penolong ayah dan ibu di surga adik ku sayang... Pertanda bahwa kematian itu sudah sangat dekat.Dengan ciri-ciri rambut sudah mulai tumbuh uban,badan sudah mulai melemah,wajah sudah nampak berkeriput,kepuasan duniawi sudah banyak terpenuhi.Walaupun kita mengakui kematian itu adalah rahasia Allah SWT.,tidak tua dan tidak muda,namun pada umumnya kematian itu banyak mendekati orang-orang yang sudah tua.Marilah banyak beramal selagi kita masih hidup didunia ini.Dengan meninggalkan anak-anak yang shalih,ilmu yang bermanfa’at dan amal-amal yang penuh ridha Allah SWT.
”Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan.Dia menanti-nanti do’a ayah,ibu anak dan kawan yang terpercaya.Apabila do’a itu sampai kepadanya,baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do’a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung.Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” HR.Ad Dailami
Perbuatan-perbuatan baik,berdo’a,beramal ma’ruf nahi munkar, bila kita lakukan dengan ihsan dan niat ikhlas karena Allah SWT.maka bisa menghapus dan mengalahkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra.berkata,”Tolaklah perbuatan –perbuatan buruk yang telah berlalu dengan perbuatan-perbuatan beru,karena sekalipun salah seorang dari kalian telah berbuat keburukan seluas antara langit dan bumi,kemudian melakukan suatu kebaikan,maka kebaikan tersebut akan mengatasi keburukan lalu mengalahkannya.”
Seruan Hasan Al Bana rahimahullah,”Kembalilah kepada Islam,wahai orang-orang yang bingung dalam mengarungi kehidupan dan orang-orang yang tersesat dalam kegelapan malam.Kembalilah kepada Islam,wahai orang orang yang ingin menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka.”
Kembali kepada Islam merupakan suatu keharusan.Karena dengan kembali kepada jalan-Nya insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang diridhaiNya.Kesabaran dalam mengarungi jalan Islam harus menjadi salah satu pondasi yang kuat.Demi mulusnya ujian-ujian dari Allah SWT.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Allah menguji hambanya dengan musibah sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan api.Ada yang keluar emas murni dan itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan.Ada yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah orang yang selalu ragu.ada yang keluar seperti emas hitam dan itulah orang yang benar-benar ditimpa fitnah (musibah).” HR.At-Thabrani
Saudaraku jika ajal (kematian) itu sudah dekat ,mau apa lagi kita didunia ini kalau tidak beribadah dan hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.Ada seorang ulama yang mengatakan: ”Hati yang mendapat nur ilahi adalah yang selalu mengingat kehidupan akherat,tidak terlalu mencintai kehidupan dunia,dan selalu menyiapkan diri menghadapi kematian.”
Dengan keimanan yang teguh,kesabaran,dan shalat,Anda dapat menciptakan mukjizat-mukjizat.Saudaraku sesungguhnya segala masalah atau problem yang kita rasakan dan alami adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.Kita berani berbuat maksiat berarti kita harus berani menanggung dosa dan akibatnya.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Berbagai masalah (problem) timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat.” (al-Hadits)
Wahai saudaraku marilah kita menjadi orang-orang yang bersih lahir dan batin.Agar kapanpun malaikat Ijrail datang menjemput kita ,maka kita selalu siap.Bersihkan harta benda yang ada dirumah kita,dari harta benda yang haram,yang mungkin pernah kita ambil secara tidak benar (korupsi atau mencuri).Karena untuk menuju kepada syurga dan ridha Allah harus dimiliki oleh orang-orang yang bersih lahir dan batinnya,yang tidak ada masalah dan permusuhan dengan orang lain.Seorang arif bijak mengatakan: ”Tujuan yang baik dan mulia harus disertai sarana yang baik dan mulia pula.Sarana tidak akan menjadi baik dan mulia apabila tujuannya buruk dan hina.”
Ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah SWT.sangat pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.Allah tidak memaksakan kepada hambanya untuk beribadah diluar kemampuannya. Rasulullah SAW.bersabda: ”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan.Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri yang jemu.”HR.Bukhari
Marilah kita renungkan nasehat Imam Syafi’i,beliau berkata: ”Tiap pagi aku dituntut delapan perkara,
”Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan.Dia menanti-nanti do’a ayah,ibu anak dan kawan yang terpercaya.Apabila do’a itu sampai kepadanya,baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do’a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung.Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” HR.Ad Dailami
Perbuatan-perbuatan baik,berdo’a,beramal ma’ruf nahi munkar, bila kita lakukan dengan ihsan dan niat ikhlas karena Allah SWT.maka bisa menghapus dan mengalahkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah ra.berkata,”Tolaklah perbuatan –perbuatan buruk yang telah berlalu dengan perbuatan-perbuatan beru,karena sekalipun salah seorang dari kalian telah berbuat keburukan seluas antara langit dan bumi,kemudian melakukan suatu kebaikan,maka kebaikan tersebut akan mengatasi keburukan lalu mengalahkannya.”
Seruan Hasan Al Bana rahimahullah,”Kembalilah kepada Islam,wahai orang-orang yang bingung dalam mengarungi kehidupan dan orang-orang yang tersesat dalam kegelapan malam.Kembalilah kepada Islam,wahai orang orang yang ingin menanggulangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka.”
Kembali kepada Islam merupakan suatu keharusan.Karena dengan kembali kepada jalan-Nya insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang diridhaiNya.Kesabaran dalam mengarungi jalan Islam harus menjadi salah satu pondasi yang kuat.Demi mulusnya ujian-ujian dari Allah SWT.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Allah menguji hambanya dengan musibah sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan api.Ada yang keluar emas murni dan itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan.Ada yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah orang yang selalu ragu.ada yang keluar seperti emas hitam dan itulah orang yang benar-benar ditimpa fitnah (musibah).” HR.At-Thabrani
Saudaraku jika ajal (kematian) itu sudah dekat ,mau apa lagi kita didunia ini kalau tidak beribadah dan hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.Ada seorang ulama yang mengatakan: ”Hati yang mendapat nur ilahi adalah yang selalu mengingat kehidupan akherat,tidak terlalu mencintai kehidupan dunia,dan selalu menyiapkan diri menghadapi kematian.”
Dengan keimanan yang teguh,kesabaran,dan shalat,Anda dapat menciptakan mukjizat-mukjizat.Saudaraku sesungguhnya segala masalah atau problem yang kita rasakan dan alami adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.Kita berani berbuat maksiat berarti kita harus berani menanggung dosa dan akibatnya.
Rasulullah SAW.bersabda: ”Berbagai masalah (problem) timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat.” (al-Hadits)
Wahai saudaraku marilah kita menjadi orang-orang yang bersih lahir dan batin.Agar kapanpun malaikat Ijrail datang menjemput kita ,maka kita selalu siap.Bersihkan harta benda yang ada dirumah kita,dari harta benda yang haram,yang mungkin pernah kita ambil secara tidak benar (korupsi atau mencuri).Karena untuk menuju kepada syurga dan ridha Allah harus dimiliki oleh orang-orang yang bersih lahir dan batinnya,yang tidak ada masalah dan permusuhan dengan orang lain.Seorang arif bijak mengatakan: ”Tujuan yang baik dan mulia harus disertai sarana yang baik dan mulia pula.Sarana tidak akan menjadi baik dan mulia apabila tujuannya buruk dan hina.”
Ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah SWT.sangat pengasih dan penyayang kepada hamba-hambanya.Allah tidak memaksakan kepada hambanya untuk beribadah diluar kemampuannya. Rasulullah SAW.bersabda: ”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan.Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri yang jemu.”HR.Bukhari
Marilah kita renungkan nasehat Imam Syafi’i,beliau berkata: ”Tiap pagi aku dituntut delapan perkara,
1)dituntut Allah untuk melaksanakan yang fardhu,
2)dituntut Rasulullah SAW. Untuk mengamalkan sunnah,
3)dituntut zaman untuk mengikuti perubahan-perubahannya,
4)dituntut keluarga untuk memenuhi nafkah,
5)dituntut lidah untuk menjaga pembicaraan,
6)dituntut syetan untuk berbuat maksiat,
7)dituntut nafsu untuk mengikuti syahwat,
8)dituntut Malakul Maut untuk direnggut nyawaku.”
Saudaraku,marilah kita berbenah diri ,menata amal-amal kita untuk persiapan kelak diakherat nanti.Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang menyesal.Sebab penyesalan setelah kematian adalah seburuk-buruk penyesalan.Jadilah didunia yang hidup hanya sementara ini,menjadi seorang mu’min yang bermanfa’at bagi orang lain.Selalu berbuat baik,menyenangkan dalam pergaulan,mudah tersenyum dan tidak merugikan dan menyusahakan saudaranya sesama muslim.Kapan lagi kita beramal kalau tidak kita mulai dari sekarang!?... Wallahu’alam bi shawwab!
Saudaraku,marilah kita berbenah diri ,menata amal-amal kita untuk persiapan kelak diakherat nanti.Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang menyesal.Sebab penyesalan setelah kematian adalah seburuk-buruk penyesalan.Jadilah didunia yang hidup hanya sementara ini,menjadi seorang mu’min yang bermanfa’at bagi orang lain.Selalu berbuat baik,menyenangkan dalam pergaulan,mudah tersenyum dan tidak merugikan dan menyusahakan saudaranya sesama muslim.Kapan lagi kita beramal kalau tidak kita mulai dari sekarang!?... Wallahu’alam bi shawwab!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar