Minggu, 01 Maret 2015

PENANTIAN?

Ribuan malam menatap bintang dan harapan alam lamunan,ribuan pagi menyambut keceriaan,ribuan siang menyaksikan perjalanan kehidupan,dan ribuan senja menjadi saksi akan penantian...
PENANTIAN?  penantian akan apaaaaa? cintaaa....yaaaaa cinta yang halal , karena cinta bukan hanya tentang menanti tapi menjemput dalam proses memantaskan diri...Siapa yang dijemput? Dialah seseorang yg senantiasa berusaha mencintai Allah dan RasulNya...
yaa allah entah rasa galau entah rasa resah macam apa ini yang menyelimuti,rasa berharap ini hanya bisa ku kirim dalam doaku,dalam setiap sujudku padamu..
mungkin allah haya ingin aku terus menanti dalam doa dan perbaikan dirii...




Taukahh???
Di balik diam yang berserah, ada tangan tengadah dalam khusyu di atas sajadah.
Menyusun munajat menjadi
tangga-tangga yang menuju jannah.

Di balik doa yg dirapal sembunyi-sembunyi. Ada pinta yang diteriakkan dalam sunyi di sudut hati tanpa bunyi.
Menyusun doa menjadi kanon-kanon harapan yg mengarah langit.

Di balik teguh yang belum sempurna utuh, ada letih yang menghampiri saat menghalau rapuh untuk pergi.

Di balik syukur yang ampuh sebagai pelipur, ada futur yang terkadang membuat tatapan hati kian kabur. Sesekali terseok tersungkur.

Di balik sabar yang belum mengakar dalam proses menanam tegar, ada
umpatan,keluh kesah tak tertakar, yang entah sudah berapa kali diumbar.

Di balik ikhlas yang susah
payah di bentangkan untuk dijadikan alas, agar arah hidup semakin jelas.
Ada hati yang kesulitan untuk teliti, niatan untuk Ilahi atau harap pada sanjung puji.

Sejatinya kita adalah jiwa-jiwa yang punya ruang rahasia sendiri-sendiri. Begitu memang, ketika harus melawan musuh terberat yang ada di dalam diri sendiri.

Teringat nasehat Imam Ghozali yg bermaksud ; "Musuh terberatku ialah diriku sendiri yang mana terkadang ia menurut, terkadang malah menentangku".

Banyak hal yang mesti tersimpan rapi di balik diam itu sendiri. Hanya mengadu pada-Nya dalam setiap doa. Karena pada-Nya segala solusi : rejeki, jodoh, sehat, keluarga dan lainnya.

Sungguh, ini menjadi bukti bahwa tiada insan yang punya kuasa dan kemampuan.

Untuk tetap bertahan di balik semua hal, maka padaNya kita
serahkan, padaNya kita rahasiakan. Sepenuh hati bukan separuh hati.


cukup sekian minggu malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar