Selasa, 15 Maret 2016
My HIJRAH my ADVENTURE
Bismillahirrahmanirrahim…
Aku bukan seorang anak yang lahir dari keluarga yang fanatik dengan agama, tapi keluargaku tahu agama. Alhamdulillah saat ini aku sudah berhijab,aku mulai berhijab sejak duduk di bangku smp yaaaa meskipun masih buka tutup(kaya portal aja ya di buka tutup)hehehehe,tapi semenjak duduk di bangku SMK aku memantapkan hati untuk tidak membuka lagi hijabku di depan seseorang yang bukan mahrom,karena ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar (SD), aku belum berhijab. Namun, Alhamdulillah, Allah mengirimkan seorang perempuan luar biasa yang menuntunku untuk berhijab lebih syar'i. Dia seorang guru di tempat bimble sekaligus murrabi(guru ngaji) liqo (pengajian). Setiap minggu aku mengikuti liqa bersama beliau. Beliau banyak memberiku pengetahuan tentang Islam, termasuk berhijab dan pakaian seorang Muslimah yang semestinya.
Alhamdulillah, walaupun ketika SD belum berhijab, setidaknya ketika keluar rumah aku selalu memakai jilbab. Aku juga pernah pakai jilbab terus dan bajunya lengan pendek, jadi aneh gitu diliatnya :D hehehe, namanya juga masih SD, hehehe. Tapi aku selalu merasa nyaman kalau memakai jilbab.
Ketika sudah masuk SMP, aku sudah memulai memakai seragam muslim,yaaa baru belajar,dan masih buka tutup hijabnya ,iya nmaanya jug proses pembelajaran. Akhirnya satu tiga tahun berlalu, kini waktunya aku masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Alhamdulillah, dari seragam putih abu inilah aku mulai memantaskan diri dengan tekad bulat untuk berhijab,tekad berhijab ini hadir sebetulnya aku termotivasi oleh ibuku yang selalu memakai hijabnya kemanapun beliau pergi,karena murrobi liqa(seorang guru ngaji yang sangat luar biasa),dn karena seseorng yang tak perlu aku ceritakan hehehehe
1tahun berlalu ku menginjak kelas 2 SMK allhamdulillah masih istiqomah berhijab ,dan allhamdulillah nya lagi bisa jauh lebih syar'i dari hijabku awal di SMK. hari demi hari berlalu aku terus belajar tentang islam,terus berusaha memperbaiki diriku,dan hingga sekarang hijabnyanya aku lebarkan. Memang semuanya tidak mudah ketika akan mentaati perintah Allah, ada saja ujiannya. Ketika aku lebarkan hijabku, ada salah seorang yang bilang, “Eh ada Mamah Dedeh, curhat dong”. Aku cuma membalas dengan senyum. Ada juga yang bilang, hijabmu lebar seperti ibu-ibu,seperti ninja,terlalu fanatik,dsb. Aku hanya bisa berdo’a pada Allah, agar di istiqomahkan dan dimudahkan jalanku untuk mentaati perintah-Nya.
Saat itu aku masih memakai celana juga, karena sekolahku seragam praktek kejuruannya memakai celana.
ujian tidak sampai disitu saja,saat aku terus berusaha memperbaiki diriku di umurku yang saat itu masih menginjak 17th,allah memberikan rezeki yang begitu luar biasa,Allah akn menjadikan aku kaka dari 2orang adik,yaaaaa inuku hamil di usianya yang menginjak 41th,bahagia sekali hati ini,namun taktir berkata lain,saat tiba proses persalinan ,adik yang di kandung oleh ibuku selama 9bulan itu tak tertolong,Allah jauh lebih menyayanginya,saat kejadian itu pula aku merasa sangat terpukul dan sempat berfikir negatif ,sempat muncul pertanyaan ''kenapa allah ngga adil,aku udah berusaha taat tapi kenapa allah menguji aku seperti ini?'' tapiiiii Allah ternyata maha kasih sayang,allah menjadikan Alm.adik ku itu sebagai tabungan ibu dan bapak ku di Jannah-Nya ,dan aku salah jika berfikir Allah itu tidak adil,Allah itu Zat yang maha Adil,akupun yakin jika suatu saat kami sekeluarga akan di pertemukan dengan Alm.adik ku itu di Jannah,aamiin
dan allhamdulillah sampai saat ini usiaku jalan 20th aku tetap konsisten dengan jilbab lebarku,
selama niat kita karena Allah, apapun akan terlihat begitu mudah, Allah menolong lewat manapun. Dan Allah memudahkan segala niat baik seseorang.
Oh ya, nggak usah hiraukan mereka yang mengatakanmu tidak modis karna syar’i. Senyumi saja. Tak apalah kita dianggap hina di mata manusia, namun di sisi Allah, Insya Allah kita mulia. Tetap istiqomah ya shalihat.
Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang anginnya. Semakin tinggi iman kita kepada Allah semakin banyak pula ujiannya. Santai saja, itu bukti cinta Allah kepada kita. Selamat menapaki jalan dakwahmu sahabatku, semoga kita kelak kita dikumpulkan Allah di syurga-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘alamin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar