Malaikat Maut 70 kali
Sehari Mengunjungi Kita •●☻
Updated about 8 months ago
☻●•Malaikat Maut 70 kali Sehari Mengunjungi Kita •●☻
Betapa seringnya malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali. Andai kita manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati.
Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail atas Kuasa ALLAH.
Justru itu, tidak heranlah, jika banyak sekali manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
"Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa."
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati.
Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi Saw yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ihwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan.
Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu ketentuan biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh suatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker, sakit jantung, AIDS, demam berdarah, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, "sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?"
Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada disekeliling manusia, mengenal pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah ALLAH SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika ALLAH SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.
Walau bagaimana pun, ada kalanya ALLAH SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, karena ALLAH Ta'ala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kehilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal amalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mendandak disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa ALLAH SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika ALLAH SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah ALLAH SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah ALLAH SWT memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.
Selain itu, ALLAH Ta'ala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-NYA kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa sedih apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada ALLAH betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa ALLAH SWT berjanji akan menjadikan berbagai macam sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila terjadinya kematian, mereka akan berkata bahawa si fulan itu mati karena mengidap sakit, ataupun karena mendapat kemalangan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh ALLAH SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang memangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan ALLAH, yang telah termaktub, semuanya telah nyata didalam takdir ALLAH, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara ALLAH yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak ALLAH Ta'ala untuk menentukan kematian, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada kalanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal kondisi seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud :
"Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya."(Surah Al-A'raf ayat 34)
Marilah tema-temanku, mulai detik ini kita semua harus ingat dengan apa yang namanya kematian, supaya kelak kita tidak akan menyesal.
Barakallahufiikum
Salam Ukhuwahfillah
Bukan Malaikat Izrail Yang Mencabut Nyawa, Tapi Malakul Maut. Nov 16, '11 6:54 PMuntuk semuanya
Izrail, selama ini identik dengan nama malaikat pencabut nyawa. Dari sedari kecil -saya kira- kita diajari untuk menghafal sepuluh nama malaikat. Salah satunya, adalah Izrail.
Maka, tak heran, sampai dengan dewasa, kita berkeyakinan demikian.
Namun, setelah dewasa, kita lebih merdeka untuk menelusuri ilmu-ilmu yang telah diberikan oleh bapak/ibu guru kita dahulu (moga Allah, merahmati mereka). Namanya manusia, tentu tak lepas dari kesalahan.
Dan salah satu kesalahan itu adalah menamakan malaikat pencabut nyawa, dengan Izrail.
Bagaimana mungkin ini salah penamaan? Sebenarnya, bukan salah penamaan. Yang terjadi adalah, pengambilan nama Izrail ini, berdasarkan pada kisah-kisah Israiliyyat. Kisah-kisah dari bani Israil. Sebagian kisah tersebut, jika bersesuaian dengan nash, maka kita bisa ambil sebagai dalil. Namun, sebahagiannya lagi, tidak bisa.
Dalil tentang malaikat pencabut nyawa ini, bisa kita baca dalam Al Qur'an, surat As Sajadah, ayat ke 11.
[32.11] Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (1/49), “Adapun malaikat maut, tidak didapatkan keterangan jelas tentang namanya di dalam Al-Qur’an, tidak pula dalam hadits shahih. Penamaannya terdapat dalam sebagian atsar yang disebut dengan 'Izrail, wallahu a’lam.”
Lantas, bagaimana dengan dalil-dalil lainnya? misalnya saja, dari hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam?
Dalam kitab Koreksi Hadits-Hadits Dho'if Populer buah karya Abu Ubaidah terbitan Media Tarbiyah pada poin 58, disebutkan dan dibahas sedikit mengenai penamaan malaikat Izrail ini.
Malaikat Izra'il
TIDAK ADA ASALNYA. Penamaan Malaikat pencabut nyawa yang ada dalam Al Qur'an dan Assunnah adalah dengan Malaikat Maut. Adapun menamainya dengan Izrail, maka tidak ada asalnya, berbeda dengan yang populer pada manusia, barangkali itu dari Israiliyyat. (Ahkaamul Janaa-iz (hal. 199)).
Syaikh Bakr Abu Zaid juga berkata:"Kesimpulan dari penjelasan ahli ilmu tentang masalah ini bahwa tidak ada hadits yang shahih tentang penamaan Malaikat Maut dengan Izra'il.
Imam al-sindi berkata, “Tidak ada hadit marfu’ yang menyebutkan namanya.”
Al-Munawi dalam al-Faidh al-Qadir (3/32) setelah menyebutkan bahwa malaikat maut yang namanya masyhur dengan 'Izrail berkata, “Aku tidak mendapatkan penamaan itu dalam khabar ((hadits).”
Syaikh al-Albani dalam ta’liqnya terhadap perkataan Imam al-Thahawi, “Dan kita mengimani malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa alam semesta,” beliau rahimahullaah, “Aku katakan: ini adalah namanya (yang disebutkan) dalam Al-Qur’an. Sedangkan menamakannya dengan 'Izrail, sebagaimana yang tersebut di tengah-tengah manusia, tidak memiliki landasan (dasar). Sesungguhnya penamaan tersebut berasal dari riwayat-riwayat Israiliyat.”
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Malakul maut (malaikat pencabut nyawa) telah masyhur namanya dangan 'Izrail, tapi itu tidak benar. Sesungguhnya nama ini disebutkan dalam riwayat-riwayat israiliyat yang tidak mengharuskan kita untuk mengimani nama ini. karenanya kita menamakan malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa dengan “malakul maut”, sebagaimana yang Allah 'Azza wa Jalla telah menamakannya dalam firman-Nya,
“Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (Fatawa Ibnu al-Utsaimin: 3/161) wallahu a’lam.
Sumber: Al-Islam Sual wa Jawab, dalam situs www.Islamqa.com.
Dengan demikian, jelas sudah. Bahwa malaikat yang ditugasi Allah untuk mencabut nyawa, adalah Malakul Maut/Malaikat Maut. Bukan Izrail...
Wallahu a'lam
sumber bacaan:
- Postingan lama: Malaikat Izrail, BUKAN Pencabut Nyawa.
- Benarkah Nama Malaikat Pencabut Nyawa Adalah ‘Izrail (Al-Islam Sual wa Jawab, dalam situs www.Islamqa.com)
catatan teh eva fatimah
Updated about 8 months ago
☻●•Malaikat Maut 70 kali Sehari Mengunjungi Kita •●☻
Betapa seringnya malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali. Andai kita manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati.
Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail atas Kuasa ALLAH.
Justru itu, tidak heranlah, jika banyak sekali manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
"Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa."
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati.
Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi Saw yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ihwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan.
Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu ketentuan biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh suatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker, sakit jantung, AIDS, demam berdarah, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, "sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?"
Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada disekeliling manusia, mengenal pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah ALLAH SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika ALLAH SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.
Walau bagaimana pun, ada kalanya ALLAH SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, karena ALLAH Ta'ala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kehilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal amalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mendandak disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa ALLAH SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika ALLAH SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah ALLAH SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah ALLAH SWT memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.
Selain itu, ALLAH Ta'ala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-NYA kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa sedih apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada ALLAH betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa ALLAH SWT berjanji akan menjadikan berbagai macam sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila terjadinya kematian, mereka akan berkata bahawa si fulan itu mati karena mengidap sakit, ataupun karena mendapat kemalangan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh ALLAH SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang memangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan ALLAH, yang telah termaktub, semuanya telah nyata didalam takdir ALLAH, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara ALLAH yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak ALLAH Ta'ala untuk menentukan kematian, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada kalanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal kondisi seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud :
"Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya."(Surah Al-A'raf ayat 34)
Marilah tema-temanku, mulai detik ini kita semua harus ingat dengan apa yang namanya kematian, supaya kelak kita tidak akan menyesal.
Barakallahufiikum
Salam Ukhuwahfillah
Bukan Malaikat Izrail Yang Mencabut Nyawa, Tapi Malakul Maut. Nov 16, '11 6:54 PMuntuk semuanya
Izrail, selama ini identik dengan nama malaikat pencabut nyawa. Dari sedari kecil -saya kira- kita diajari untuk menghafal sepuluh nama malaikat. Salah satunya, adalah Izrail.
Maka, tak heran, sampai dengan dewasa, kita berkeyakinan demikian.
Namun, setelah dewasa, kita lebih merdeka untuk menelusuri ilmu-ilmu yang telah diberikan oleh bapak/ibu guru kita dahulu (moga Allah, merahmati mereka). Namanya manusia, tentu tak lepas dari kesalahan.
Dan salah satu kesalahan itu adalah menamakan malaikat pencabut nyawa, dengan Izrail.
Bagaimana mungkin ini salah penamaan? Sebenarnya, bukan salah penamaan. Yang terjadi adalah, pengambilan nama Izrail ini, berdasarkan pada kisah-kisah Israiliyyat. Kisah-kisah dari bani Israil. Sebagian kisah tersebut, jika bersesuaian dengan nash, maka kita bisa ambil sebagai dalil. Namun, sebahagiannya lagi, tidak bisa.
Dalil tentang malaikat pencabut nyawa ini, bisa kita baca dalam Al Qur'an, surat As Sajadah, ayat ke 11.
[32.11] Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (1/49), “Adapun malaikat maut, tidak didapatkan keterangan jelas tentang namanya di dalam Al-Qur’an, tidak pula dalam hadits shahih. Penamaannya terdapat dalam sebagian atsar yang disebut dengan 'Izrail, wallahu a’lam.”
Lantas, bagaimana dengan dalil-dalil lainnya? misalnya saja, dari hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam?
Dalam kitab Koreksi Hadits-Hadits Dho'if Populer buah karya Abu Ubaidah terbitan Media Tarbiyah pada poin 58, disebutkan dan dibahas sedikit mengenai penamaan malaikat Izrail ini.
Malaikat Izra'il
TIDAK ADA ASALNYA. Penamaan Malaikat pencabut nyawa yang ada dalam Al Qur'an dan Assunnah adalah dengan Malaikat Maut. Adapun menamainya dengan Izrail, maka tidak ada asalnya, berbeda dengan yang populer pada manusia, barangkali itu dari Israiliyyat. (Ahkaamul Janaa-iz (hal. 199)).
Syaikh Bakr Abu Zaid juga berkata:"Kesimpulan dari penjelasan ahli ilmu tentang masalah ini bahwa tidak ada hadits yang shahih tentang penamaan Malaikat Maut dengan Izra'il.
Imam al-sindi berkata, “Tidak ada hadit marfu’ yang menyebutkan namanya.”
Al-Munawi dalam al-Faidh al-Qadir (3/32) setelah menyebutkan bahwa malaikat maut yang namanya masyhur dengan 'Izrail berkata, “Aku tidak mendapatkan penamaan itu dalam khabar ((hadits).”
Syaikh al-Albani dalam ta’liqnya terhadap perkataan Imam al-Thahawi, “Dan kita mengimani malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa alam semesta,” beliau rahimahullaah, “Aku katakan: ini adalah namanya (yang disebutkan) dalam Al-Qur’an. Sedangkan menamakannya dengan 'Izrail, sebagaimana yang tersebut di tengah-tengah manusia, tidak memiliki landasan (dasar). Sesungguhnya penamaan tersebut berasal dari riwayat-riwayat Israiliyat.”
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Malakul maut (malaikat pencabut nyawa) telah masyhur namanya dangan 'Izrail, tapi itu tidak benar. Sesungguhnya nama ini disebutkan dalam riwayat-riwayat israiliyat yang tidak mengharuskan kita untuk mengimani nama ini. karenanya kita menamakan malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa dengan “malakul maut”, sebagaimana yang Allah 'Azza wa Jalla telah menamakannya dalam firman-Nya,
“Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (Fatawa Ibnu al-Utsaimin: 3/161) wallahu a’lam.
Sumber: Al-Islam Sual wa Jawab, dalam situs www.Islamqa.com.
Dengan demikian, jelas sudah. Bahwa malaikat yang ditugasi Allah untuk mencabut nyawa, adalah Malakul Maut/Malaikat Maut. Bukan Izrail...
Wallahu a'lam
sumber bacaan:
- Postingan lama: Malaikat Izrail, BUKAN Pencabut Nyawa.
- Benarkah Nama Malaikat Pencabut Nyawa Adalah ‘Izrail (Al-Islam Sual wa Jawab, dalam situs www.Islamqa.com)
catatan teh eva fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar