“Daging-daging unta dan darahnya itu
sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan
dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah
menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap
hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang
yang berbuat baik”
(Q.S. Al-Hajj: 37)
(Q.S. Al-Hajj: 37)
Tiap tahun kita bakal berpapasan dengan
yang namanya hari raya Idul Adha. Diperkirakan pada tahun ini Idul Adha
jatuh pada tanggal 4 atau 5 Oktober. Nah bicara tentang Idul Adha siapa
nih dari temen-temen yang mau ber-qurban? Atau kalau ada yang mau
berkurban bisa diatasnamakan keluarga sekalian aja biar semua kebagian
pahala. :)
Anyway, aku mau bagi-bagi tips
nih untuk temen-temen sewaktu Idul Adha besok. Bakal berguna banget kalo
temen-temen jadi panitia atau sohibul qurban atau punyak kenalan
panitia ama sohibulnya hehe. Tips ini dibagi menjadi tiga bagian yakni
tahap pra penyembeihan, tahap penyembelihan dan tahap pasca
penyemebelihan. Monggo di simak untuk lebih lengkapnya ;)
Tahap Pra Penyembelihan :
Kita mulai dengan syarat-syarat hewan yang pantas untuk ber-qurban:
Kita mulai dengan syarat-syarat hewan yang pantas untuk ber-qurban:
1. Hewan yang diperbolehkan untuk
berqurban adalah kambing, unta, sapi dan sejenisnya. Ada juga nih di
beberapa daerah yang melaksanakan qurban pake kerbau. Nah itu juga boleh
karena masih sejenis dengan sapi dan kroni-kroninya.
2. Jangan menyembelih hewan yang belum cukup umur hehe.. Termasuk dengan KBG (Kambing Baru Gedhe) dan SBG (Sapi Baru Gedhe) :P Caranya gimana nih biar tahu?
a. Gampang kok, sekarang beberapa
peternak udah menyediakan akta kelahiran untuk hewan-hewannya. Jadi bisa
dicek akta mereka, lahirnya kapan. Jangan-jangan nanti ketemu yang
seumuran ama kamu hehe..
b. Kalau tidak ada akta kelahiran, bisa
mengecek apakah hewan qurban kita sudah poel atau belum. Poel yang
dimaksud adalah bergantinya gigi seri bawah menjadi gigi seri yang
permanen. Poel bukan berarti ompong ya.. Nanti bisa tanya lebih lanjut
ke peternaknya. :3
3. Hewan kurban kita juga harus sehat
pastinya, tidak pincang, cacat, picik, tanduk tidak patah,kurus dan
tidak ada penyakit yang menjangkit hewan qurban.
[Warning] : terman-teman
wajib berhati-hati terhadap penyakit antrax yang bisa menjangkit hewan
kurban. Apabila ada hewan qurban yang terkena antrax, siapkan lubang
sedalam sepuluh meter untuk mengubur jasad kurban tadi. Kemudian tutup
lubang dengan batu kapur di atasnya. Lubang itu wajib dijauhi dalam
radius 100 meter dalam 10 tahun. Ini bukan lebay lho ya, tapi ini SOP
buat penanganan virus antrax pada hewan.
Ada baiknya temen-temen menjelang penyembelihan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Mulai dari sore H-1 penyembelihan
tarik semua makanan, dan puasakan hewan pada pagi hari H. Tujuannya agar
hewan qurban lebih tenang saat akan disembelih.
2. Jangan ajak jalan-jalan hewan saat di
hari H. Apalagi diajak 100 hari keliling Indonesia . Fungsinya agar
hewan tidak kelelahan dan daging tidak menjadi alot juga asam. Karena
saat bergerak tubuh hewan akan mengeluarkan asam laktat yang dapat
mempengaruhi kondisi daging saat disembelih.
Tahap Penyembelihan:
1. Siapkan semua peralatan termasuk juga
alat penyembelihan berupa pisau.Tajamkan pisau biar kita gak menyiksa
hewan kurban, kan itu gak berperi-kehewan-an :(
Kalau bisa pasang tirai untuk menutupi proses penjagalan, bisa kebayang
sedihnya si kambing kalo liat temennya lagi disembelih :O
2. Posisikan hewan kurban ke arah kiblat.
Jadi bukan mukanya yang ke arah barat, tapi kakinya yang menghadap
barat. Jangan lupa mengikat kaki hewan, biar gak kena tendang sewaktu
menyembelih.
3. Setelah berdoa untuk sohibul qurban,
waktunya kita mengeksekusi mereka. Gak perlu memotong leher hewan qurban
sampe putus dari badan, tinggal cek apakah saluran yang ditentukan udah
putus atau belum.
4. Udah disembelih, apakah mereka masih hidup? Coba cek sampai mereka benar-benar mati. Caranya bisa dengan :
a. Menyentuh mata hewan, jika masih ada reflek berarti dia masih hidup
b. Pindahkan/ gerakan ekor hewan, jika ia melawan berarti dia belum mati
c. Ada bagian yang senfitif yang berada
di antara dua kuku kaki hewan. Sentuh dengan ujung pisau runcing secara
perlahan. Kalau tidak ada respon, berarti nyawanya sudah tiada.
5. Cek dan amati organ dalam tubuh hewan.
Apabila di bagian hati seperti terbakar, artinya hewan tersebut terkena
antrax. Lakukan penanganan seperti pada poin 3 di tahap
pra-penyembelihan.
Tahap Pasca Penyembelihan:
1. Masak daging dengan matang apabila
ingin dikonsumsi (yaiyalah..) Mungkin sewaktu teman-teman menyembelih
kurban di bagian hati sapi terdapat cacing-cacing hati. Jangan takut,
tetep aman dikonsumsi kok asal dimasak sampai matang.
2. Apabila mau menyimpan daging bisa dipotong kecil-kecil kemudian dimasukan ke dalam freezer.
Jadi kita tidak perlu mengeluarkan seonggok daging ketika mau
memasaknya. Inysa Allah daging akan awet selama 1 tahun dengan cara
menyimpan seperti ini.
Okey, itu dia tips ber-qurban untuk
temen-temen, ada baiknya buat mempelajari kembali rukun berkurban dan
syarat berkurban yang lengkap ;)
Tips ini aku dapetin dari acara I-Lecture di Masjid Kampus UGM sewaktu
diisi oleh Ust. Nunung D. dari Fakultas Peternakan. Terima kasih untuk
Jama’ah Shalahuddin yang udah buat acara yang manfaat banget. Semoga
berguna buat temen-temen semua ;) Jazakumullah khairan katsira…Referensi (Annonymous book) , catatanpengajian.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar