Sabtu, 27 September 2014

Sekilas Tips Berqurban

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”
(Q.S. Al-Hajj: 37)
© catatanpengajian.blogspot.com

Tiap tahun kita bakal berpapasan dengan yang namanya hari raya Idul Adha. Diperkirakan pada tahun ini Idul Adha jatuh pada tanggal 4 atau 5 Oktober. Nah bicara tentang Idul Adha siapa nih dari temen-temen yang mau ber-qurban? Atau kalau ada yang mau berkurban bisa diatasnamakan keluarga sekalian aja biar semua kebagian pahala. :)
Anyway, aku mau bagi-bagi tips nih untuk temen-temen sewaktu Idul Adha besok. Bakal berguna banget kalo temen-temen jadi panitia atau sohibul qurban atau punyak kenalan panitia ama sohibulnya hehe. Tips ini dibagi menjadi tiga bagian yakni tahap pra penyembeihan, tahap penyembelihan dan tahap pasca penyemebelihan. Monggo di simak untuk lebih lengkapnya ;)
Tahap Pra Penyembelihan :
Kita mulai dengan syarat-syarat hewan yang pantas untuk ber-qurban:
1. Hewan yang diperbolehkan untuk berqurban adalah kambing, unta, sapi dan sejenisnya. Ada juga nih di beberapa daerah yang melaksanakan qurban pake kerbau. Nah itu juga boleh karena masih sejenis dengan sapi dan kroni-kroninya.
2. Jangan menyembelih hewan yang belum cukup umur hehe.. Termasuk dengan KBG (Kambing Baru Gedhe) dan SBG (Sapi Baru Gedhe) :P Caranya gimana nih biar tahu?
    a. Gampang kok, sekarang beberapa peternak udah menyediakan akta kelahiran untuk hewan-hewannya. Jadi bisa dicek akta mereka, lahirnya kapan. Jangan-jangan nanti ketemu yang seumuran ama kamu hehe..
    b. Kalau tidak ada akta kelahiran, bisa mengecek apakah hewan qurban kita sudah poel atau belum. Poel yang dimaksud adalah bergantinya gigi seri bawah menjadi gigi seri yang permanen. Poel bukan berarti ompong ya.. Nanti bisa tanya lebih lanjut ke peternaknya. :3
3. Hewan kurban kita juga harus sehat pastinya, tidak pincang, cacat, picik, tanduk tidak patah,kurus dan tidak ada penyakit yang menjangkit hewan qurban.
[Warning] : terman-teman wajib berhati-hati terhadap penyakit antrax yang bisa menjangkit hewan kurban. Apabila ada hewan qurban yang terkena antrax, siapkan lubang sedalam sepuluh meter untuk mengubur jasad kurban tadi. Kemudian tutup lubang dengan batu kapur di atasnya. Lubang itu wajib dijauhi dalam radius 100 meter dalam 10 tahun. Ini bukan lebay lho ya, tapi ini SOP buat penanganan virus antrax pada hewan.
Ada baiknya temen-temen menjelang penyembelihan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Mulai dari sore H-1 penyembelihan tarik semua makanan, dan puasakan hewan pada pagi hari H. Tujuannya agar hewan qurban lebih tenang saat akan disembelih.
2. Jangan ajak jalan-jalan hewan saat di hari H. Apalagi diajak 100 hari keliling Indonesia . Fungsinya agar hewan tidak kelelahan dan daging tidak menjadi alot juga asam. Karena saat bergerak tubuh hewan akan mengeluarkan asam laktat yang dapat mempengaruhi kondisi daging saat disembelih.
Tahap Penyembelihan:
1. Siapkan semua peralatan termasuk juga alat penyembelihan berupa pisau.Tajamkan pisau biar kita gak menyiksa hewan kurban, kan itu gak berperi-kehewan-an :( Kalau bisa pasang tirai untuk menutupi proses penjagalan, bisa kebayang sedihnya si kambing kalo liat temennya lagi disembelih :O
2. Posisikan hewan kurban ke arah kiblat. Jadi bukan mukanya yang ke arah barat, tapi kakinya yang menghadap barat. Jangan lupa mengikat kaki hewan, biar gak kena tendang sewaktu menyembelih.
3. Setelah berdoa untuk sohibul qurban, waktunya kita mengeksekusi mereka. Gak perlu memotong leher hewan qurban sampe putus dari badan, tinggal cek apakah saluran yang ditentukan udah putus atau belum.
4. Udah disembelih, apakah mereka masih hidup? Coba cek sampai mereka benar-benar mati. Caranya bisa dengan :
    a. Menyentuh mata hewan, jika masih ada reflek berarti dia masih hidup
    b. Pindahkan/ gerakan ekor hewan, jika ia melawan berarti dia belum mati
    c. Ada bagian yang senfitif yang berada di antara dua kuku kaki hewan. Sentuh dengan ujung pisau runcing secara perlahan. Kalau tidak ada respon, berarti nyawanya sudah tiada.
5. Cek dan amati organ dalam tubuh hewan. Apabila di bagian hati seperti terbakar, artinya hewan tersebut terkena antrax. Lakukan penanganan seperti pada poin 3 di tahap pra-penyembelihan.
Tahap Pasca Penyembelihan:
1. Masak daging dengan matang apabila ingin dikonsumsi (yaiyalah..) Mungkin sewaktu teman-teman menyembelih kurban di bagian hati sapi terdapat cacing-cacing hati. Jangan takut, tetep aman dikonsumsi kok asal dimasak sampai matang.
2. Apabila mau menyimpan daging bisa dipotong kecil-kecil kemudian dimasukan ke dalam freezer. Jadi kita tidak perlu mengeluarkan seonggok daging ketika mau memasaknya. Inysa Allah daging akan awet selama 1 tahun dengan cara menyimpan seperti ini.
Okey, itu dia tips ber-qurban untuk temen-temen, ada baiknya buat mempelajari kembali rukun berkurban dan syarat berkurban yang lengkap ;) Tips ini aku dapetin dari acara I-Lecture di Masjid Kampus UGM sewaktu diisi oleh Ust. Nunung D. dari Fakultas Peternakan. Terima kasih untuk Jama’ah Shalahuddin yang udah buat acara yang manfaat banget. Semoga berguna buat temen-temen semua ;) Jazakumullah khairan katsira…

Referensi  (Annonymous book) ,  catatanpengajian.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar